Iran Tuduh Israel Serang Fasilitas Minyak Saudi Aramco dengan Bendera Palsu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 13:48
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin 2 Maret 2026. D Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin 2 Maret 2026. D (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Teheran kembali melancarkan tuduhan keras setelah serangan terhadap fasilitas minyak milik Saudi Aramco kemarin. Iran menilai serangan tersebut merupakan bagian dari operasi “bendera palsu” yang dilakukan oleh Israel untuk menciptakan kesan seolah-olah Teheran memperluas target militernya di kawasan.

Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh kantor berita Tasnim, yang mengutip seorang sumber militer Iran berwenang. Laporan ini terbit pada Selasa (3/3/2026) dan langsung mendapat perhatian karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah rangkaian serangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak Sabtu (28/2).

Dalam laporannya, sumber militer Iran itu menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas minyak Saudi bukan bagian dari operasi balasan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Baca Juga: Gekrafs Gelar Rakernas 2026, Konsolidasikan Gerakan Ekonomi Kreatif

Sumber tersebut mengatakan kepada Tasnim bahwa serangan itu justru merupakan “operasi bendera palsu” atau false flag operation yang didesain Israel. Ia menjelaskan bahwa operasi semacam itu dilakukan untuk menyesatkan persepsi publik dengan menyalahkan pihak lain atas tindakan yang sebenarnya dilakukan sendiri.

Menurut sumber itu, tujuan tindakan tersebut adalah untuk mengalihkan perhatian negara-negara kawasan dari apa yang disebut sebagai kejahatan Israel ketika menyerang situs-situs sipil di Iran.

"Iran telah secara terang-terangan mengumumkan bahwa mereka akan menargetkan semua kepentingan, instalasi, dan fasilitas Amerika dan Israel di kawasan tersebut, dan telah menyerang banyak di antaranya sejauh ini,” tulisnya.

Namun ia menambahkan bahwa fasilitas Aramco, sejauh ini, belum termasuk di antara target serangan Iran.

Baca Juga: JPO Sarinah Jadi Contoh Akses Ramah Disabilitas di Jakarta

Sumber Iran itu juga menyebut bahwa pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab berpotensi menjadi sasaran berikutnya dalam rangkaian operasi bendera palsu yang diklaim dilakukan Israel.

"Menurut data yang diberikan kepada kami oleh sumber-sumber intelijen, pelabuhan Fujairah di UEA juga merupakan salah satu target berikutnya dari Israel dalam operasi bendera palsu, dan rezim ini bermaksud untuk menyerangnya,” tegasnya.

Tuduhan Iran ini muncul setelah pihak Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka berhasil mencegat dua drone yang menargetkan kilang raksasa di wilayah timur negara itu, yakni Ras Tanura.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Turki al-Maliki, menyampaikan bahwa jatuhnya puing dari drone yang ditembak jatuh menyebabkan kebakaran “kecil”, namun tidak menimbulkan korban di pihak warga sipil.

Ras Tanura merupakan salah satu fasilitas penyulingan dan ekspor minyak terbesar di dunia. Setelah insiden itu, otoritas Saudi Aramco menutup sementara operasional kilang tersebut sebagai langkah pencegahan.

x|close