Ntvnews.id, Jakarta - Revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sarinah, Jakarta, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Infrastruktur pejalan kaki yang kini terhubung langsung dengan halte TransJakarta di koridor MH Thamrin tersebut dinilai dapat menjadi model pengembangan JPO yang lebih inklusif di ibu kota.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menyambut baik peresmian JPO Sarinah yang telah direvitalisasi. Ia berharap konsep integrasi dan aksesibilitas tersebut bisa diterapkan di berbagai JPO lain di Jakarta.
“Kita menyambut baik peresmian ini, dan berharap beberapa JPO lain juga bisa dibuat seperti ini,” ujar Yuke, dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Yuke, pihaknya menerima berbagai masukan dari kelompok penyandang disabilitas. Mereka menilai masih banyak fasilitas penyeberangan dan halte transportasi publik di Jakarta yang belum sepenuhnya ramah bagi semua kalangan.
Baca Juga: Pramono Tawarkan JPO Terhubung Langsung ke Gedung Sarinah, Namun Terkendala Status Cagar Budaya
Masukan tersebut juga telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas publik agar lebih mudah diakses, termasuk bagi pengguna kursi roda.
“Menurut Pak Gubernur, beliau menerima semua masukan dan akan mencoba membenahi halte lain, JPO lain, serta akses transportasi lainnya. Jadi ke depan, JPO Sarinah ini bisa menjadi salah satu contoh. Tadi juga sudah dicoba langsung dan cukup nyaman,” katanya.
Yuke menegaskan bahwa keberadaan lift di JPO Sarinah menjadi fasilitas vital, terutama bagi penyandang disabilitas. Karena itu, perawatan dan pengawasan harus dilakukan secara maksimal agar tidak sering mengalami gangguan.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Pramono Tawarkan JPO Terhubung Langsung ke Gedung Sarinah, Namun Terkendala Status Cagar Budaya
Menurutnya, pengguna kursi roda sangat bergantung pada fasilitas tersebut untuk menyeberang dengan aman. Tanpa lift, mereka terpaksa menyeberang di jalan raya yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan.
"Jadi akses seperti ini sudah baik, hanya pesannya lift-nya jangan sampai sering mati karena mereka sangat mengandalkan itu,” jelasnya.
Selain perawatan fasilitas, Yuke juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga sarana publik tersebut. Ia menilai lokasi JPO Sarinah yang berada di kawasan bisnis membuatnya relatif lebih aman dan terpantau. Meski demikian, perhatian khusus tetap diperlukan untuk JPO lain yang berada di area lebih sepi.
“Kita jaga bersama karena ini fasilitas umum yang dibangun dari anggaran masyarakat Jakarta. Di sini mungkin lebih aman karena kawasan ramai dan ada petugas dari Sarinah maupun Transjakarta. Tapi di lokasi lain yang lebih sepi, itu yang perlu perhatian lebih,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa JPO Sarinah memiliki nilai sejarah karena merupakan salah satu jembatan penyeberangan pertama di Jakarta. Revitalisasi dilakukan dengan mengusung konsep inklusivitas, termasuk penyediaan lift dan jalur tanpa anak tangga.
Tak hanya meningkatkan akses bagi pejalan kaki, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana memperlebar trotoar hingga 2,6 meter pada Mei mendatang. Selain itu, pemerintah membuka peluang kerja sama naming rights dengan pihak swasta guna menambah pemasukan bagi daerah.
JPO Sarinah (Ntvnews.id/Adiansyah)