Inggris, Prancis dan Jerman Siap Ambil Tindakan Defensif Terhadap Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 14:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. ANTARA/Anadolu/py/am. Peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Ntvnews.id, London - Prancis, dan Jerman menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil “tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional” terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu, 1 Maret 2026, ketiga negara tersebut menegaskan komitmen melindungi kepentingan nasional dan sekutu mereka di kawasan.

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kepentingan kami dan kepentingan sekutu kami di kawasan tersebut. Kemungkinan melalui tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional guna menghancurkan kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone dari sumbernya," demikian isi pernyataan tersebut.

Mereka juga menyepakati kerja sama erat dengan Amerika Serikat serta para sekutu di kawasan untuk menghadapi ancaman tersebut.

Baca Juga: Drone Murah Iran Tekan Pertahanan AS-Israel, Stok Rudal AS Terancam Menipis

Koordinasi lintas negara dinilai penting guna mencegah eskalasi lebih lanjut sekaligus menjaga stabilitas regional.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengungkapkan bahwa pemerintahnya telah menerima permintaan dari Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris “untuk tujuan defensif yang spesifik dan terbatas tersebut.”

Ia menambahkan bahwa sejumlah jet tempur Inggris telah diterbangkan sebagai bagian dari operasi pertahanan terkoordinasi yang diklaim berhasil mencegat serangan Iran.

Baca Juga: Prabowo–Keir Starmer Bakal Bahas Empat Pilar Bilateral Indonesia–Inggris

Namun demikian, Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan tidak akan ambil bagian dalam tindakan ofensif.

Menurutnya, satu-satunya cara efektif menghentikan ancaman adalah dengan melumpuhkan rudal di sumbernya, baik di gudang penyimpanan maupun peluncur yang digunakan untuk menembakkannya. 

(Sumber: Antara)

x|close