Dubes Iran Tegaskan Perundingan dengan AS Dimediasi Oman Tidak Gagal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 12:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kiri) di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. ANTARA/Cindy Frishanti. Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kiri) di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. ANTARA/Cindy Frishanti. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa proses perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi oleh Sayyid Badr Al-Busaidi selaku Menteri Luar Negeri Oman tidak dapat dikategorikan sebagai kegagalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi usai konferensi pers di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026, menanggapi sikap Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

 yang sebelumnya menyampaikan penyesalan atas kegagalan diplomasi AS-Iran yang dinilai memicu peningkatan ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

“Saya rasa negosiasi tidak mencapai kegagalan, tetapi yang terjadi pada kenyataannya adalah sebuah pihak pada saat sedang bernegosiasi dengan pihak lain, tiba-tiba menyerang negara tersebut, ini adalah kondisinya,” ujar Dubes Boroujerdi.

Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi atas pernyataan resmi Indonesia terkait serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran.

“Namun, kami berharap kepada semua negara di dunia secara tegas dapat mengutuk serangan terhadap Iran,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu, 28 Februari 2026, Kemlu RI merilis pernyataan yang menyesalkan mandeknya perundingan antara AS dan Iran yang berdampak pada meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Israel dan AS Lanjutkan Serangan, Iran Tegaskan Tak Mau Negosiasi

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi. Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi kedua negara.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan Kemlu RI tersebut.

Sebelumnya, pada Jumat, 27 Februari 2026, Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al-Busaidi mengungkapkan bahwa perundingan nuklir antara AS dan Iran menghasilkan kesepakatan mengenai kebijakan tanpa penimbunan uranium yang diperkaya.

Kesepakatan itu mencakup pengurangan stok hingga ke tingkat terendah serta konversi menjadi bahan bakar permanen di bawah verifikasi penuh Badan Energi Atom Internasional.

Sejauh ini, AS dan Iran telah menjalani tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir, dengan mediasi Oman. Putaran pertama dan kedua berlangsung pada awal Februari 2026 di Muscat dan Jenewa, dengan fokus pada pembatasan pengayaan serta cadangan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi. Sementara itu, putaran ketiga digelar pada Kamis, 26 Februari 2026, di Jenewa.

Baca Juga: Raisa Berhasil Balik ke Indonesia 1 Jam Sebelum Bandara Dubai Ditutup Usai Diserang Rudal Iran

(Sumber: Antara)

x|close