Bupati Nias Utara Sujud di Depan Menteri Desa, Minta Pemerintah Atasi Kemiskinan Ekstrem

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 12:54
thumbnail-author
Alber Laia
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Momen ketika Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, sujud di depan para pejabat pemerintah pusat dan daerah menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut terjadi saat ia menyampaikan sambutan dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan daerah tertinggal di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Dalam forum tersebut, Amizaro ditunjuk oleh kepala daerah lain sebagai koordinator bagi 30 kabupaten yang masih masuk kategori daerah tertinggal. Kesempatan itu kemudian ia gunakan untuk menggambarkan kondisi di Kabupaten Nias Utara yang menurutnya masih menghadapi berbagai keterbatasan pembangunan.

Di hadapan para pejabat yang hadir, Amizaro mengungkapkan kelelahan yang dirasakan masyarakat di daerahnya karena masih bergulat dengan kemiskinan.

"Terima kasih semuanya. Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami," ujar Bupati Nias Utara itu.

Saat pernyataan tersebut disampaikan, rapat juga dihadiri oleh Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Baca Juga: Israel Diserbu Rudal Iran dan Lebanon, Sirene Serangan Udara Menggema di Yerusalem

Amizaro juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan daerah tertinggal. Menurutnya, setelah 80 tahun kemerdekaan Indonesia, wilayahnya masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar seperti listrik.

"Kemerdekaan Indonesia 80 tahun, sesungguhnya tidak akan berbicara masalah listrik. Jengkol (daerah) kami ini masih berjuang bagaimana ada listrik," bebernya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah daerah lain di Indonesia yang telah membahas pengembangan teknologi dan pembangunan modern.

"Kalau jengkol kepala daerah yang ada di Jawa ini (berbicara) bagaimana pengembangan AI (Artificial Intelligence), mal, jalan tol, dan lain sebagainya, kami masih berbicara mengenai rumah tidak layak huni, masih berbicara mengenai listrik, internet. Inilah beda kami pak," imbuhnya.

Di tengah penyampaiannya, Amizaro kemudian bersujud di samping podium sebagai bentuk permohonan agar kondisi daerah tertinggal mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

"Sehingga kami Pak, mohon. Ya. Kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)," ujar Amizaro.

Baca Juga: Polres Tanjung Priok Bantah Surat Permintaan THR ke Aptrindo yang Viral di Medsos

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya merasa terbatas dalam mengatasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakatnya.

"Sehingga di hari yang berbahagia ini saya mohonlah. Ya. Sesungguhnya kemerdekaan itu untuk kami daerah tertinggal di mana? Termasuk kami mohon akses kami kepada Bapak Presiden Republik Indonesia," tandasnya.

Dalam rapat yang sama, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Samsul Widodo, mengungkapkan bahwa masih ada 30 kabupaten di Indonesia yang tergolong daerah tertinggal.

"Masih terdapat 30 kabupaten daerah tertinggal. Jadi, 30 kabupaten daerah tertinggal ini tersebar di beberapa provinsi," ujar Samsul Widodo.

Selain Kabupaten Nias Utara, daerah tertinggal juga terdapat di Nusa Tenggara Timur seperti Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua. Wilayah lainnya tersebar di sejumlah provinsi di Papua, antara lain Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.

x|close