Ntvnews.id, Jakarta - Penangkapan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada awal Maret 2026 langsung menyeret nama Fadia Arafiq ke pusat pemberitaan nasional.
Operasi Tangkap Tangan (OTT) ketujuh yang berlangsung di bulan Ramadan itu membuat sosok bupati Pekalongan tersebut kembali menjadi sorotan, bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik, tetapi juga sebagai figur yang memiliki latar belakang panjang di dunia hiburan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Selasa (3/3/2026), menyampaikan bahwa penyidik telah mengamankan sejumlah pihak, termasuk Bupati Pekalongan, dalam operasi senyap tersebut. Setelah penangkapan dilakukan di wilayah Jawa Tengah, Fadia langsung dibawa ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana korupsi.
Profil Fadia
Baca Juga: Infografik: Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia yang Krusial
Jauh sebelum menjabat sebagai pemimpin di Kabupaten Pekalongan, Fadia dikenal sebagai penyanyi dangdut. Ia populer melalui lagu “Cik Cik Bum”, sebuah jejak karier yang membuat publik mudah mengenal namanya. Bakat seni itu ia dapatkan dari sang ayah, A Rafiq, penyanyi dangdut legendaris yang memiliki posisi kuat dalam sejarah musik Indonesia.
Dalam kehidupan keluarganya, Fadia juga merupakan kakak kandung dari aktris Fairuz A Rafiq, yang menambah ketertarikan publik terhadap perjalanan hidupnya. Peran ganda sebagai public figure sekaligus pejabat sering membuat langkah Fadia mendapat perhatian lebih dibandingkan pejabat daerah lain.
Selain latar belakang hiburan, rekam jejak kekayaan Fadia sering mencuri perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), nilai hartanya tercatat mencapai Rp86 miliar.
Angka ini menempatkannya sebagai salah satu bupati dengan kekayaan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Catatan tersebut kerap menjadi bahan perbandingan publik, terutama ketika melihat kondisi infrastruktur di daerah yang ia pimpin.
Baca Juga: Militer Israel Serang TV Pemerintah Iran
Sebelum keterlibatannya dalam OTT KPK, Fadia sudah lebih dulu memicu perdebatan publik pada Maret 2025. Insiden ini bermula dari keluhan warganet di akun Instagram resminya mengenai jalan rusak di Bojong hingga Surobayan dan pertanyaan terkait transparansi anggaran pembangunan RS Ki Ageng Sedayu.
"Mulutmu kalau ngomong ojo kurang ajar, diperiksa penegak hukum, mampus koe mengko (mampus kamu nanti)! Urusan anggaran rak keluar, anggaran opo? Jangan sampe dicari koe, rak iso kasih pertanggungjawaban omonganmu! #admin."
Pernyataan tersebut memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat. Meski Fadia kemudian menyampaikan bahwa komentar itu dibuat oleh admin media sosialnya, publik terlanjur mengecam gaya komunikasinya. Situasi semakin memanas hingga akhirnya akun Instagram pribadinya dikunci untuk sementara guna menghindari banjir komentar.
Fadia Arafiq (Antara)