Ntvnews.id, Jakarta - Serangan rudal kembali menghantam Israel setelah Iran meluncurkan gelombang serangan baru ke wilayah negara tersebut serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Eskalasi konflik yang bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini semakin meluas di kawasan.
Sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai kota Israel, termasuk Yerusalem dan Tel Aviv. Sistem pertahanan udara Israel terlihat berusaha mencegat rudal yang meluncur menuju wilayah negara itu.
Beberapa ledakan dilaporkan terdengar di Yerusalem bersamaan dengan bunyi sirene yang berkali-kali mengudara. Peringatan serangan juga berbunyi di Israel bagian tengah, Haifa, serta sejumlah wilayah di bagian utara.
Militer Israel menyatakan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal dari Iran yang mengarah ke wilayah negara tersebut.
Baca Juga: Rano Karno Cerita Situasi Arab Saudi di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran
"IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," kata militer Israel dalam pernyataan yang disampaikan beberapa kali sepanjang siang hingga sore hari, dikutip dari AFP, Kamis (5/3/2026).
Selain dari Iran, serangan juga dilaporkan datang dari Lebanon. Militer Israel menyebut sejumlah roket diluncurkan dari wilayah Lebanon menuju Israel, namun berhasil dicegat oleh sistem pertahanan setelah sirene peringatan berbunyi di Israel bagian tengah.
Dalam pernyataan terpisah, militer Israel menyebut beberapa peluncuran dari Lebanon menuju wilayah Israel berhasil dicegat.
Serangan ini terjadi pada hari kelima konflik yang pecah pada Sabtu, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran dengan menargetkan kepemimpinan negara tersebut, persenjataan rudal, serta program nuklirnya.
Baca Juga: Serangan Iran Rusak Aset Militer AS hingga Rp33 Triliun
Pertempuran terus meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel memperkuat pemboman terhadap Iran pada Rabu. Ketegangan semakin memanas setelah sebuah kapal selam Amerika dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran.
Iran sebelumnya juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur militer dan ekonomi di kawasan Timur Tengah. Ancaman tersebut muncul setelah konflik meluas ke sejumlah negara di kawasan.
Serangan Iran dilaporkan tidak hanya menyasar Israel, tetapi juga mengarah ke negara lain seperti Bahrain dan Kuwait. Turki bahkan menyatakan sistem pertahanan NATO berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran sebelum memasuki wilayah udaranya.
Konflik yang semakin meluas ini juga menimbulkan dampak besar terhadap kawasan. Gangguan di jalur strategis Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia serta kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.
Korban jiwa akibat perang tersebut terus bertambah. Pejabat di masing-masing negara melaporkan lebih dari 1.000 orang tewas di Iran, lebih dari 70 orang di Lebanon, dan sekitar selusin orang di Israel sejak konflik pecah.
Pecahan rudal jatuh di udara setelah dicegat di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2016. ANTARA/Xinhua/Chen Junqing (Antara)