Ntvnews.id, Taheran - Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, resmi ditunda pada Rabu, 4 Maret 2026 malam.
Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa penangguhan dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pelayat yang diperkirakan hadir.
"Sebelumnya diumumkan bahwa prosesi pemakaman dimulai pada Rabu pukul 22.00 malam dan masa berkabung berlangsung selama tiga malam. Namun, untuk mengantisipasi kehadiran jutaan pelayat dan perlunya menyediakan infrastruktur yang memadai, acara ini harus ditunda," demikian laporan Fars, seperti dikutip dari CNN International, Kamis, 5 Maret 2026.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jadwal terbaru pelaksanaan pemakaman tersebut.
Baca Juga: Italia Pertimbangkan Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Negara-Negara Teluk
Sementara itu, masa berkabung nasional tetap berlangsung, termasuk kegiatan penghormatan di alun-alun Teheran. Hal ini disampaikan oleh Kepala Koordinasi Propaganda Islam Teheran, Seyed Mohsen Mahmoudi.
Khamenei direncanakan akan dimakamkan di kota suci Mashhad.
Ia meninggal dunia dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, saat tengah menjalankan tugas di kantornya.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan secara intensif ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dampak dari aksi balasan tersebut juga dilaporkan dirasakan di sejumlah negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, hingga Irak, menyusul serangkaian ledakan dan serangan yang terjadi.
Warga berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu, 1 Maret 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dal (Antara)