Mendukbangga Pastikan TPK Pengantar MBG di Cianjur Dapat Insentif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 07:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (dua dari kanan) saat mengunjungi keluarga risiko stunting sekaligus mengantarkan MBG 3B di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 4 Maret 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (dua dari kanan) saat mengunjungi keluarga risiko stunting sekaligus mengantarkan MBG 3B di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 4 Maret 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Cianjur, Jawa Barat - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji

 memastikan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) memperoleh insentif dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal tersebut disampaikan Wihaji saat meninjau langsung keluarga berisiko stunting di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu, 4 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, ia juga ikut menyerahkan MBG kepada kelompok sasaran 3B bersama para TPK.

"Untuk program MBG 3B dari perintah Presiden Prabowo Subianto di Cipanas sudah dijalankan, walaupun bulan puasa dan sifatnya kering. Saya cek, termasuk memastikan para TPK yang mendistribusikan MBG, ternyata juga mendapatkan insentif dari SPPG sesuai dengan keputusan BGN bersama kami, berkenaan dengan pembiayaan," katanya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Cianjur, yang tetap memproduksi makanan siap masak atau ready to cook guna menyuplai kebutuhan MBG bagi para penerima manfaat selama bulan Ramadhan.

Baca Juga: Mendukbangga Dorong Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Bagi TPK

"SPPG yang saya kunjungi keren, luar biasa. Semoga bisa menjadi contoh bagi SPPG-SPPG lainnya," ujar dia.

Menurut Wihaji, insentif bagi TPK sangat berarti karena mereka setiap hari mengantarkan MBG kepada masyarakat, bahkan harus berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, hingga menjangkau wilayah pegunungan.

Ia menegaskan dukungan tersebut merupakan bagian dari amanah Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menekan angka stunting.

"Setiap hari mereka seperti ini, ada yang jalan kaki, ada yang naik motor, ada yang di gunung-gunung, termasuk di sini. Dan tentu ini bagian dari amanah Bapak Presiden kepada saya, oleh karena itu, insentif ini penting," tuturnya.

Baca Juga: Prabowo Apresiasi Kinerja TPK dan Penyuluh KB, Siapkan Bantuan Motor Perkuat Layanan Keluarga

Meski demikian, Wihaji masih menemukan keluarga berisiko stunting yang belum mendapatkan edukasi optimal, salah satunya keluarga Reni Nuraeni (35) dan suaminya Endang Ependi (41) yang memiliki lima anak. Reni menyampaikan bahwa anak pertamanya yang berusia 14 tahun terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

"Penghasilan rata-rata suami saya Rp50 ribu per hari. Anak saya lima, yang pertama usia 14 tahun sudah tidak sekolah, dan anak usia terakhir masih 1 tahun," ujar dia.

Menanggapi kondisi tersebut, Wihaji meminta aparat desa setempat untuk membantu sekaligus memberikan pendampingan agar anak tersebut dapat kembali melanjutkan pendidikan.

"Tolong itu dilanjutkan saja sekolahnya. Sekarang itu sekolah kan gratis, mengapa tidak disekolahkan saja? Kalau mau bantuan ya silakan diajukan ke kepala desa atau lurah setempat, yang penting anaknya tetap sekolah," ucap Wihaji.

(Sumber: Antara) 

x|close