Mendukbangga Upayakan Fasilitas Motor untuk Tim Pendamping Keluarga Distribusi MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 17:21
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan, kedua dari kanan) ditemui media usai acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan, kedua dari kanan) ditemui media usai acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, tengah mengupayakan agar Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) mendapatkan fasilitas motor guna memperlancar mobilitas mereka di lapangan.

"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak. Saat ini koordinasi masih terus dilakukan, termasuk dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Prinsipnya, kami ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat dan mendukung kerja para pendamping keluarga di lapangan," kata Wihaji di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Wihaji menekankan bahwa sesuai program prioritas Presiden, Kemendukbangga/BKKBN memiliki peran strategis dalam menyukseskan MBG, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

Baca Juga: Mendukbangga Ajak Kolaborasi Keluarga Dukung Gerakan ASRI

"Melalui Perpres 115, TPK bertugas mendistribusikan MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Saat ini sudah lebih dari 6 juta sasaran menerima MBG setiap hari. Ini adalah program yang sangat strategis untuk menurunkan stunting dan memastikan negara hadir langsung di keluarga," paparnya.

Saat ini, jumlah TPK di Indonesia mencapai 597 ribu orang yang mendukung berbagai program pembangunan keluarga dari hulu ke hilir, termasuk distribusi MBG.

"Penyuluh KB dan kader di lapangan adalah garda terdepan kita. Mereka yang memastikan gizi sampai ke piring ibu hamil dan balita di pelosok negeri dengan data yang akurat, by name by address (berdasarkan nama dan alamat)," ujar Wihaji.

Baca Juga: Mendukbangga Tekankan Peran Keluarga dalam Menjaga Stabilitas Demografi Nasional

Selain MBG, Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan lima program prioritas dengan pendekatan humanis dan solutif:

  • Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keluarga rentan stunting mendapatkan nutrisi dan pendampingan tepat.

  • Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), penyediaan tempat penitipan anak terstandarisasi di lembaga pemerintah dan swasta agar orang tua dapat bekerja tanpa mengorbankan tumbuh kembang anak.

  • Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), mengoptimalkan peran ayah dalam pengasuhan untuk mengatasi fenomena fatherless di Indonesia.

  • Lansia Berdaya (Sidaya), layanan homecare berbasis komunitas dan akses kesehatan gratis bagi lansia agar tetap produktif dan bermartabat.

  • AI-SuperApps Keluarga, layanan digital terintegrasi untuk memudahkan masyarakat melakukan konsultasi keluarga hingga pemantauan kesehatan mandiri.

Baca Juga: Mendukbangga Minta Data Kebutuhan Mobil KB di Daerah Terdampak Bencana

(Sumber: Antara) 

x|close