Mendukbangga Ajak Kolaborasi Keluarga Dukung Gerakan ASRI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 13:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengajak masyarakat memulai pengelolaan sampah dari lingkup keluarga sebagai kontribusi nyata terhadap Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

"Kita urusi sampah dari keluarga untuk mendukung Gerakan ASRI," kata Wihaji di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga, karena aktivitas rumah tangga setiap hari menghasilkan sampah, baik yang dapat didaur ulang maupun yang tidak. Menurutnya, kesadaran dan kebiasaan di tingkat keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Wihaji juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menyelesaikan persoalan keluarga, termasuk isu sampah yang saling berkaitan.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pola pikirnya kita ubah, kita harus berkolaborasi karena semua urusan di negara ini selalu berhubungan dengan keluarga," ujarnya.

Baca Juga: Gerakan Indonesia ASRI Digelar Serentak, TNI/Polri Bersihkan Kali, Pantai, hingga Kawasan Wisata

Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sendiri telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Implementasinya diwujudkan melalui aksi bersih-bersih sampah yang digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan bahwa persoalan sampah nasional telah memasuki tahap krisis. Dari sekitar 143 ribu ton sampah yang dihasilkan setiap hari, baru sekitar 24 persen yang tertangani dengan baik.

"Sampah yang kita tangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus. Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol," kata Hanif.

Baca Juga: Gagas Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo Minta Pemda Atensi Baliho dan Spanduk Demi Keindahan Kota: Tertibkan!

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak pada kesehatan lingkungan, perekonomian wilayah pesisir, hingga citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meminta para menteri dan kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, untuk menjadi teladan dalam pelaksanaan Gerakan ASRI melalui kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing. Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo agar gerakan dilaksanakan secara serentak.

"Pak Presiden kemarin sudah menyampaikan di depan forum, Anda hadir semua, kita mulai Gerakan ASRI. Kepala daerah, dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, semuanya ayo bersih-bersih," ucap Teddy.

Ia juga mengajak jajaran TNI, Polri, BUMN, serta kementerian dan lembaga untuk turut aktif memberikan contoh dalam penerapan Gerakan ASRI.

(Sumber: Antara)

x|close