Ntvnews.id, Cianjur, Jawa Barat - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipanas Sindangjaya 5 di Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu, 4 Maret 2026.
"Di SPPG ini hilirisasinya jalan, semua produksi dan pasokan bahan bakunya dari lokal, sehingga memberdayakan UMKM, masyarakatnya juga berdaya," katanya.
Ia menilai pola pengadaan bahan baku yang sepenuhnya mengandalkan produksi lokal tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi warga sekitar. SPPG tersebut melayani Desa Sindangjaya dan Desa Cipanas dengan cakupan 12 satuan pendidikan yang menjangkau 2.860 siswa.
Selain itu, sekitar 290 penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) turut mendapatkan layanan.
"Produksi dari UMKM ini menjadi langkah baik untuk mewujudkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya meningkatkan gizi anak bangsa, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ujar Wihaji.
Baca Juga: BGN: 400 SPPG Harus Perbaiki Kualitas
Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia
"Ini yang perlu diluruskan kepada masyarakat. Makanan ready to cook itu bukan berarti ultra proses atau UPF, karena ini 85 persennya sayur dan protein, 25 persennya olahan," ujar Cecep.
Ia mengungkapkan, terdapat 18 UMKM serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diberdayakan untuk memasok bahan baku Program MBG. Pengawasan dilakukan secara ketat guna memastikan kesinambungan distribusi serta kualitas bahan pangan.
"18 itu yang kita awasi betul-betul agar rantai pasok kita juga terjaga. Semakin banyak pemasok, semakin beragam, semakin baik untuk pemerataan ekonomi masyarakat," tuturnya.
Baca Juga: Tingkatkan Transparansi, BGN Minta SPPG Cantumkan Label Harga dan Gizi
Cecep menambahkan, evaluasi rutin digelar setiap bulan dengan melibatkan kepala posyandu dan kepala sekolah dalam forum gathering guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
"SPPG ini juga punya juru masak berpengalaman. Ada yang sudah pernah masak untuk jamaah haji di Arab Saudi selama kurang lebih tujuh tahun, jadi kualitasnya tidak perlu diragukan lagi," ucap Cecep.
Sementara itu, Kepala SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Anggi Awaludin, mengatakan pihaknya turut memberikan insentif kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendistribusikan MBG untuk kelompok 3B.
"Insentif kami berikan dua minggu sekali, Rp1.000 per ompreng sesuai Peraturan Presiden, yang dihitung diantarkan selama enam hari, tidak dua kali saja. Ada dua titik di sini yang khusus melayani MBG untuk 3B," kata Anggi.
(Sumber: Antara)
Dari kanan ke kiri, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji; Kepala SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Anggi Awaludin; Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cecep Muhammad Wahyudin saat meninjau menu MBG di bulan puasa untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 4 Maret 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)