Iran Bakal Balas Tegas Jika Diserang Secara Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 18:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Hamilton, Kanada - Perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Teheran akan memberikan respons “tegas dan proporsional” apabila menjadi sasaran agresi militer. Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menanggung “tanggung jawab penuh dan langsung” atas segala konsekuensi yang timbul.

Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan kepresidenan Dewan Keamanan PBB, perwakilan Iran menyatakan negaranya tidak memiliki niat memicu konflik.

"Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan di tingkat tertinggi bahwa mereka tidak mencari ketegangan atau perang dan tidak akan memulai perang apa pun," demikian isi surat tersebut yang keterangan resminya diterima pada Kamis, 19 Februari 2026.

"Namun, jika Iran menjadi sasaran agresi militer, kami akan menanggapi secara tegas dan proporsional dalam menjalankan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," tambah surat tersebut.

Perwakilan Iran juga mengingatkan bahwa setiap fasilitas militer yang digunakan untuk menyerang negaranya akan dianggap sebagai target sah dalam kerangka pembelaan diri.

Baca Juga: Trump Beri Tenggat 10 Hari untuk Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran

"semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu akan menjadi sasaran yang sah dalam konteks respons defensif Iran," serta menekankan bahwa "Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali."

Surat tersebut turut menyinggung unggahan media sosial Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 18 Februari 2026, yang dinilai sebagai “ancaman publik eksplisit penggunaan kekuatan” terhadap Iran. Unggahan itu merujuk pada kemungkinan penggunaan fasilitas militer di Diego Garcia dan pangkalan RAF Fairford di Inggris.

Melalui surat tersebut, Iran juga mendesak agar PBB segera mengambil langkah konkret untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

"Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal harus bertindak tanpa penundaan, sebelum terlambat."

Teheran menggambarkan ancaman Amerika Serikat sebagai sinyal adanya “risiko nyata agresi militer” yang berpotensi menimbulkan dampak besar di kawasan serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Meski demikian, misi Iran di PBB menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan diplomasi. Iran menyatakan dukungan penuh terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB serta penyelesaian sengketa melalui jalur damai, termasuk keterlibatan secara konstruktif, serius, dan beritikad baik dalam perundingan nuklir dengan Pemerintah Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Nilai Iran “Bodoh” Jika Menolak Kesepakatan Nuklir

(Sumber: Antara) 

x|close