Ntvnews.id, New York - Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menyebut Israel terus memberikan tekanan politik dengan tujuan menghapus keberadaan lembaga yang dipimpinnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Lazzarini dalam konferensi pers pada Jumat, 13 Februari 2026 malam di sela Konferensi Keamanan Munich di Jerman.
Dilansir dari Anadolu, Senin, 16 Februari 2026, Ia menggambarkan kondisi di Gaza sebagai “masih tragis” karena warga setempat hampir tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar dan terus berjuang untuk bertahan hidup akibat perang yang dilancarkan Israel.
Baca Juga: PBB Siap Fasilitasi Lebih Banyak Warga Keluar-Masuk Gaza
Lazzarini juga menyoroti bahwa anak-anak di Gaza tidak bersekolah selama lebih dari dua tahun, sambil menegaskan pentingnya peran UNRWA dalam melanjutkan layanan kesehatan serta pendidikan dasar hingga menengah di wilayah tersebut.
Menurutnya, lembaga itu menghadapi tekanan besar, sementara Israel terus melakukan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Gambar statis yang diambil dari video UNRWA tentang kehancuran Gaza, Palestina, tepat dua tahun setelah Israel melancarkan agresi militer. (ANTARA)
“Israel terus melakukan tekanan politik untuk melenyapkan UNRWA, dan kami melihat kantor pusat kami dihancurkan di wilayah pendudukan Yerusalem Timur,” kata Lazzarini.
Ia juga menambahkan bahwa warga Israel yang mengambil alih tanah Palestina meningkatkan aksi kekerasan dan penyitaan lahan di Tepi Barat.
Lazzarini menekankan perlunya perhatian serius terhadap situasi di Tepi Barat sebelum terlambat, karena kondisi tersebut dapat merusak masa depan solusi dua negara.
Ilustrasi markas UNRWA di Tepi Barat, Palestina./ANTARA/Anadolu/py (Antara)