Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Perkuat Pengembangan Kakao di Yapen, Jayapura dan Mansel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 19:15
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Perkuat Pengembangan Kakao di Yapen, Jayapura, dan Mansel. Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Perkuat Pengembangan Kakao di Yapen, Jayapura, dan Mansel. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP Otsus Papua) mendorong percepatan program Papua Produktif melalui pengembangan dan investasi komoditas kakao di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayapura, serta Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Direktur Penataan Daerah dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, Sumule Tumbo, menjelaskan bahwa kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.

“Kebijakan Otsus Papua, selain mendukung program Papua Cerdas dan Papua Sehat, juga memberi atensi untuk kebijakan Papua Produktif, terutama pemberdayaan masyarakat di bidang perekonomian,” kata Sumule Tumbo di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menyebut, langkah awal pengembangan kakao di tiga kabupaten tersebut ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi percepatan pembangunan bidang perekonomian yang digelar di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026. Pertemuan itu dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga teknis pusat, pemerintah daerah, serta sejumlah investor nasional.

Menurut Sumule, komoditas kakao sebenarnya telah lama dibudidayakan di Papua. Bahkan di beberapa daerah, pengembangannya didukung dana Otsus karena melibatkan Orang Asli Papua (OAP), seperti di Kabupaten Manokwari Selatan. Oleh karena itu, ia menilai perlu ada dukungan lanjutan, termasuk dalam membuka akses pasar dan peluang investasi.

Anggota KEPP Otsus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwa penguatan ekonomi produktif di Papua sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo mengamanatkan setiap daerah agar melakukan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengembangkan komoditas lokal yang produktif. Kebetulan Kabupaten Yapen, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mansel selama ini sudah dikenal memiliki potensi usaha komoditas coklat, sehingga kami bersama Kemendagri berusaha melakukan pengembangan usaha di ketiga daerah tersebut,” ungkap Billy Mambrasar.

Ia menambahkan, rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah komitmen yang akan segera ditindaklanjuti melalui percepatan pembangunan komoditas kakao di Papua dan Papua Barat.

“Kami dari KEPP Otsus Papua mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan seluruh Kementerian serta Lembaga teknis di Pusat yang telah memberikan dukungan untuk pengembangan komoditas kakao di tanah Papua. Semoga ke depannya, usaha ini bisa bermanfaat untuk masyarakat di Tanah Papua,” harap Billy Mambrasar.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga. Ia menyambut baik perhatian Kemendagri, KEPP Otsus Papua, serta kementerian dan lembaga terkait terhadap pengembangan kakao di wilayahnya.

“Apa yang dihasilkan dari pertemuan ini, tentu memberikan harapan baru kepada petani kakao di Kabupaten,” ungkap Wakil Bupati Roi Palunga.

Roi menjelaskan bahwa budidaya kakao di Kepulauan Yapen telah berjalan sekitar dua dekade. Namun, kendala pemasaran akibat minimnya investor yang menyerap hasil panen membuat semangat petani sempat menurun.

“Tapi sekarang sudah ada komitmen dari Kemendagri dan KEPP Otsus Papua serta para investor, kami pemerintah daerah akan bersama-sama mewujudkan harapan baru petani kakao di Kabupaten Yapen,” ujar Roi Palunga.

x|close