Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa harga ikan nasional tetap stabil selama Ramadhan 1447 H dan Idul Fitri 2026, karena pasokan ikan hingga Maret dalam kondisi aman dengan stok melebihi kebutuhan konsumsi.
Pelaksana Tugas Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, menyampaikan dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026, bahwa produksi ikan nasional Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 3,57 juta ton, dengan rincian 2,05 juta ton dari sektor budidaya dan 1,52 juta ton dari sektor perikanan tangkap.
Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat pada periode yang sama hanya sekitar 1,94 juta ton.
“Stok Januari sampai Maret ini prediksi itu posisinya aman. Bahkan posisinya melebihi dari 100 persen rata-rata,” kata Machmud.
Untuk menjaga kestabilan pasokan, KKP menyiapkan 2.287 unit cold storage dengan kapasitas total sekitar 899.000 ton, termasuk 22.000 ton milik pemerintah.
Cold storage ini berfungsi sebagai penyangga, sehingga kelebihan produksi bisa disimpan dan dilepas kembali apabila terjadi kekurangan pasokan di pasar.
Baca Juga: Menteri KKP Ungkap Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap Pertama Capai 50 Persen
“Kalau stok masih ada, pedagang biasanya mengeluarkan dari cold storage sehingga harga tidak melonjak tinggi,” jelas Machmud.
Ia menambahkan bahwa permintaan ikan segar biasanya meningkat 10–20 persen saat Ramadhan dan Idul Fitri dibanding bulan biasa. Meski permintaan melonjak, pasokan ikan nasional tetap lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menegaskan harga ikan budidaya relatif stabil.
“Kekhawatiran inflasi tidak perlu kita risaukan. Data menunjukkan kenaikan harga hanya sekitar 0,25 sampai 1,39 persen,” ujar Tebe.
Baca Juga: Pramono Optimistis Harga Cabai di Jakarta Stabil dalam 2 Pekan ke Depan
Kenaikan harga tertinggi terjadi pada ikan lele, naik 1,39 persen menjadi Rp24.461–Rp24.859 per kilogram.
Ikan nila naik 0,89 persen di kisaran Rp30.544–Rp31.089 per kilogram, sedangkan patin berada di kisaran Rp23.527–Rp23.644 per kilogram.
Udang vaname tercatat Rp63.618–Rp63.925 per kilogram, sementara lobster menjadi komoditas termahal dengan harga Rp348.684 per kilogram, disusul kerapu Rp106.887 per kilogram.
“KKP meyakini ketersediaan ikan hasil budidaya bisa tercukupi selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” kata Tebe.
(Sumber: Antara)
Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025. (ANTARA/Aji Cakti) (Antara)