Polda Metro Jaya Minta Ormas Tak Lakukan Razia Rumah Makan Saat Ramadhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 20:45
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya mengingatkan seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) agar tidak melakukan razia atau penertiban terhadap rumah makan yang tetap beroperasi pada siang hari selama bulan Ramadhan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto

, menegaskan imbauan tersebut bertujuan menjaga ketertiban dan menghormati keberagaman di masyarakat.

"Dihimbau untuk ormas tidak melaksanakan 'sweeping' (penertiban/razia ilegal), di umah makan, karena memang ada juga saudara-saudara kita yang tidak melaksanakan ibadah puasa," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menilai, dengan tidak adanya tindakan razia oleh ormas, suasana toleransi antarumat beragama dapat terpelihara dengan baik.

"Kami hanya memberikan himbauan. Artinya, untuk kita lebih bijak untuk tidak melaksanakannya," katanya.

Selain itu, Budi juga meminta masyarakat aktif melapor jika menemukan tempat hiburan malam yang melanggar ketentuan jam operasional selama Ramadhan.

"Ada layanan 110 apabila melihat mungkin adanya tempat hiburan yang melebihi jam buka ataupun mendahului yang harusnya buka setelah tarawih dimulai jam 21.00 WIB, tapi buka lebih sore," kata Budi.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan larangan bagi ormas untuk melakukan sweeping rumah makan selama Ramadhan demi menjaga ketertiban dan keharmonisan di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dirinya tidak mengizinkan adanya tindakan razia oleh kelompok masyarakat.

"Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada 'sweeping',” kata Pramono di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Pramono menekankan bahwa bulan Ramadhan seharusnya disambut dalam suasana damai dan penuh kerukunan. Ia menyebut sebagai kepala daerah, dirinya bertanggung jawab memastikan kondisi tetap kondusif, terlebih Jakarta dihuni mayoritas penduduk Muslim.

Menurutnya, Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperkuat toleransi antarumat beragama, bukan memicu persoalan sosial di tengah masyarakat.

x|close