Ngeri! Epstein Files Disebut Ungkap Daging Manusia di McDonald's, Ini Fakta Sebenarnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 10:02
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
The Department of Justice released thousands of pages on a government website related to Epstein and Maxwell. (David McGlynn) The Department of Justice released thousands of pages on a government website related to Epstein and Maxwell. (David McGlynn)

Ntvnews.id, Jakarta - Jagat maya belakangan ini diramaikan oleh tuduhan yang terdengar begitu mengerikan, kabar bahwa dokumen Jeffrey Epstein files mengandung petunjuk terkait penggunaan daging manusia dalam produk burger McDonald's.

Narasi yang beredar luas di TikTok dan X ini memicu gelombang ketakutan dan spekulasi, hingga memunculkan debat berkepanjangan beberapa hari terakhir. Para pengguna media sosial meyakini bahwa berkas pengadilan tersebut memuat referensi yang “mengarah” pada praktik kanibal.

Walau demikian, tidak ada bukti sahih atau verifikasi resmi yang menunjukkan bahwa tudingan ekstrem itu benar-benar memiliki dasar. Laporan IBTimes menyebutkan bahwa unggahan viral umumnya menampilkan potongan email yang diklaim berasal dari dokumen kasus Epstein.

Beberapa akun mencoba menghubungkannya dengan rantai pasok daging McDonald's, memunculkan argumen bahwa kebutuhan daging sapi perusahaan jauh melampaui kemampuan produksi pertanian global.

Baca Juga: Tahlilan di Depan Rumah Jokowi Viral, Ajudan Bilang Begini

Kecurigaan turut diarahkan pada Ronald McDonald House, meski tidak ada bukti apa pun yang mengaitkan lembaga sosial itu dengan tindakan kriminal. Unggahan lain memanfaatkan potongan adegan dari The Simpsons, memperlakukannya seolah isyarat tersembunyi, ditambah cerita lama tentang benda asing di dalam burger yang kembali diangkat ke permukaan.

Istilah Epstein files merujuk pada berkas pengadilan, transkrip deposisi, serta dokumen hukum yang berkaitan dengan penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein. Rilis dokumen beberapa tahun terakhir memang sering memicu pembacaan intens di dunia maya, dengan warganet membedah berbagai nama dan kutipan yang muncul.

Namun, hingga kini laporan media kredibel maupun kajian pakar hukum tidak menemukan referensi mengenai daging manusia, kanibalisme, ataupun kaitan dengan produksi makanan McDonald's. Para ahli hukum mengingatkan bahwa potongan dokumen yang diambil tanpa konteks mudah memicu kesalahpahaman, termasuk klaim liar yang sebelumnya pernah terbukti keliru.

Sebagai jaringan makanan global, McDonald’s mendapat pasokan daging dari pemasok yang teregulasi. Di Inggris dan Amerika Serikat, proses produksi daging diawasi oleh lembaga pemerintah yang menangani kesehatan publik dan regulasi pangan.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Timbulkan Kemacetan Jakarta di Hari Pertama Puasa Ramadan

Audit independen, investigasi resmi, maupun laporan otoritas pengawas tidak menemukan indikasi penggunaan daging manusia. Para pakar keamanan pangan juga menegaskan bahwa industri pengolahan daging berskala besar memiliki sistem ketertelusuran dari peternakan hingga distribusi.

Peneliti misinformasi menilai bahwa nama besar seperti Epstein mempercepat penyebaran teori konspirasi. Konten yang memadukan fragmen dokumen nyata, interpretasi spekulatif, referensi budaya populer, dan klaim anekdotal cenderung bertahan lama di media sosial.

Lonjakan spekulasi seputar Epstein files sekali lagi menegaskan bahwa klaim tidak terverifikasi dapat dengan cepat menyedot perhatian publik. Karena itu, otoritas dan media arus utama mengingatkan agar setiap klaim selalu diverifikasi sebelum dipercaya atau disebarkan.

x|close