Jemaah Umrah Asal Makassar Meninggal di Bandara Jeddah Gegara Pesawat Delay 2 Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 14:30
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Jemaah Umrah Meninggal Dunia Gegara Tunggu Pesawat Delay di Jeddah Jemaah Umrah Meninggal Dunia Gegara Tunggu Pesawat Delay di Jeddah (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang jemaah umrah asal Makassar meninggal dunia saat berada di King Abdulaziz International Airport. Peristiwa yang kemudian viral di media sosial ini memunculkan duka mendalam, karena korban wafat ketika menunggu jadwal penerbangan yang disebut mengalami penundaan hingga dua hari.

Korban disebut berada di area bandara bersama rombongan lainnya saat delay terjadi. Penundaan tersebut membuat para jemaah harus menunggu dalam waktu yang lama. Menurut keterangan pejabat terkait, kondisi itu diduga membuat korban mengalami kedinginan hingga akhirnya meninggal dunia.

“Jadi ini yang menunggu di bandara, mungkin kedinginan, makanya ada yang meninggal itu. Informasinya sih meninggal karena kedinginan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel, Ikbal Ismail, Rabu, 13 Februari 2026.

Ikbal menjelaskan bahwa insiden tersebut berlangsung pada Kamis (5/2). Penerbangan rombongan jemaah yang menggunakan maskapai Flyadeal terhambat setelah ditemukan keretakan pada kaca kokpit pesawat.

Baca Juga: Prabowo Klaim Laba BUMN Melonjak Empat Kali Lipat dalam Setahun Pemerintahan

“Kejadiannya tanggal 5 Februari kemarin. Informasi yang saya dapat, kaca pilot retak. Pesawatnya sudah di Bandara Jeddah mau jemput jamaah ternyata setelah diperiksa kaca pilot retak,” kata Ikbal.

Ikbal menyebutkan bahwa pihak maskapai sebenarnya sudah mengarahkan para jemaah untuk beristirahat di hotel selama pesawat belum dapat diterbangkan. Meski demikian, tidak semua rombongan mengambil tawaran tersebut.

“Jadi jemaah diarahkan oleh pihak maskapai Flyadeal ke hotel. Ternyata ada sebagian jamaah, rombongan, bukan satu travel, banyak travel di situ. Ada yang ke hotel, ada yang mau tetap di bandara menunggu sampai pesawat bagus,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menelusuri penyebab pasti meninggalnya korban. Namun, ia menduga peristiwa itu tidak terkait dengan kekurangan makanan.

Baca Juga: Juara Olimpiade Sains, Bocah Asal Bandung Diundang NASA

“Kalau kelaparan, kan banyak makanan di bandara. Maskapai harusnya dia bertanggung jawab, tapi Flyadeal juga sudah berniat bagus karena sudah menawarkan untuk ke hotel. Begitu saya dapat info sementara yah, ini sementara diperiksa pihak maskapainya sama penyidik Kemenhaj,” ucap Ikbal.

Kejadian ini menyebar luas setelah sebuah video diunggah ke media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat jasad jemaah yang telah meninggal dibaringkan di kursi area tunggu bandara dan dibungkus kain putih.

Perempuan yang merekam video itu menjelaskan bahwa rombongan dari Makassar telah mengalami delay selama dua hari tanpa menerima kompensasi maupun layanan medis yang memadai.

“Meninggal satu jemaah, pesawat Flyadeal, ini kita rombongan dari Makassar, ini semua yang sudah delay 2 hari tanpa dikasih kompensasi apapun. Dokter pun juga tadi tidak ada, sampai sekarang sampai meninggal dunia tidak ada,” kata perekam dalam video tersebut.

x|close