Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang menampilkan warga berkumpul dan menggelar tahlilan di depan kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, mendadak menjadi viral di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan deretan warga duduk bersila hampir memenuhi ruas jalan, melantunkan bacaan tauhid serta doa keselamatan yang mereka tujukan kepada Jokowi.
Fenomena ini langsung memancing beragam reaksi publik. Meski demikian, ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, memastikan bahwa kegiatan tersebut berlangsung secara tenang dan tidak menimbulkan gangguan apa pun bagi aktivitas di rumah mantan Wali Kota Solo tersebut.
“Ya betul (tahlilan). Pada saat tanggal 18 Januari 2026 itu. Kita sambut dan terima surat maupun kehadirannya,” ujar Syarif dalam keterangan resminya yang dilansir pada Kamis, 19 Desember 2026.
Dalam video yang ramai dibagikan, terdengar suara seorang perempuan yang memanjatkan doa khusus untuk Jokowi.
“Semoga dia panjang umur, diberkahi kehidupannya dan kita semua warga Banyumas mendukung dengan sepenuhnya. Mudah-mudahan beliau kuat menghadapi fitnah, segalanya. Amin ya rabbal alamin,” ucapnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp2,9 Juta per Gram
Syarif kemudian menjelaskan situasi di balik momen tersebut. Pada hari yang sama, Jokowi sebenarnya harus berangkat ke Jakarta untuk memenuhi agenda menghadiri sekaligus menjadi saksi pernikahan Aspri Presiden Prabowo Subianto, yakni Agung Suherman.
Karena itu, Jokowi tidak berada di tempat ketika rombongan keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Khalil dari Desa Rancamaya, Kabupaten Banyumas, tiba di kediamannya.
“Akan tetapi di saat yang sama Bapak Jokowi pagi-pagi harus take off ke Jakarta untuk menghadiri dan menjadi saksi pernikahan Aspri Pak Prabowo, Mas Agung Surahman. Sebelumnya sudah kita sampaikan agenda Bapak Jokowi di waktu tersebut, tetapi mereka tetap memutuskan untuk datang,” kata Syarif.
Menurutnya, meski Jokowi tidak dapat menyambut langsung para tamu tersebut, kehadiran warga yang menggelar tahlilan sama sekali tidak dianggap mengganggu.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Timbulkan Kemacetan Jakarta di Hari Pertama Puasa Ramadan
“Bapak sama sekali tidak merasa terganggu,” ujarnya.
Dalam potongan video lainnya, seorang pria yang mewakili rombongan memberi penjelasan soal motivasi mereka datang dan menggelar doa bersama di lokasi itu.
“Kami dari kalangan santri tentunya berbekal pada apa yang kami yakini, barang siapa yang tidak bisa berterima kasih kepada sesama, dia nggak mungkin bisa bersyukur kepada Tuhannya. Semua presiden adalah manusia, manusia itu sempurna ketika pribadinya melekat kelebihan dan kekurangan,” tuturnya.
Momen tahlilan di depan rumah Jokowi ini pun menjadi perhatian besar publik. Peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana hubungan antara tokoh publik dan masyarakat tetap hidup, bahkan setelah masa jabatan berakhir. Di tengah berbagai isu yang berseliweran di ruang digital, aksi doa dan dukungan moral dari sebagian warga ini menambah warna dalam dinamika tersebut.
Tahlilan di Depan Rumah Jokowi (Instagram)