Jokowi Hadiri Rakernas PSI Besok, Jadi Ketua Dewan Pembina?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 16:24
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Joko Widodo (Jokowi) Joko Widodo (Jokowi) (Ist)

Ntvnews.id, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rakernas ini akan dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi hadir esok hari dan akan menyampaikan pidato.

"Insyaallah (Jokowi) hadir, sore ini ya (tiba di Makassar)," ujar Ketua DPP PSI Bestari Barus, Jumat, 30 Januari 2026.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, menanyakan kepada Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie apakah Ketua Dewan Pembina PSI sudah datang.

"Yang saya hormati Sekretaris Dewan Pembina PSI Ibu Grace Natalie, beserta seluruh jajarannya, tanpa ada ketuanya. Ketuanya di mana. Belum datang? Insyaallah besok datang," ujar Kaesang saat pembukaan Rakernas PSI, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca Juga: Pemulihan Pendidikan Tetap Prioritas, Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut

Diketahui, dalam susunan kepengurusan DPP PSI periode 2025-2030, inisial J menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Walau begitu, hingga kini tak diungkapkan siapa sosok J tersebut, apakah Jokowi atau orang lain.

Meski demikian, Ketua Dewan Pembina PSI sebelumnya juga merupakan sosok berinisial J, yakni Jeffrie Geovanie.

Adapun dalam Rakernas PSI, menjadi ajang penguatan arah kebijakan partai dan menjadikan rumah bersama menyongsong Pemilu 2029.

"Melalui Rakernas, kita menemukan PSI sebagai rumah bersama, rumah bagi buruh, rumah bagi nelayan, rumah bagi petani, rumah bagi pekerja informal. Siapa pun seluruh lapisan masyarakat kita terima," kata Kaesang.

Keputusan-keputusan strategis juga akan ditetapkan di Rakernas PSI. Rakenas juga akan menetapkan arah kebijakan dan kerja politik PSI.

"Dalam jangka pendek, menengah hingga (Pemilu) 2029, termasuk agenda aksi politik nasional seperti pengawasan anggaran, tata kelola yang adil dan berkelanjutan, serta politik kebinekaan," tandasnya.

x|close