Ntvnews.id, Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mengakselerasi pengembangan transportasi massal dengan menggandeng tujuh pengembang swasta untuk pembangunan MRT Fase 2 Timur–Barat yang akan menghubungkan Kembangan, Jakarta Barat, hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat menyampaikan bahwa kerja sama tersebut akan diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal penjajakan kontribusi pengembang dalam proyek strategis ini.
"Akan dilakukan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan tujuh 'developer'," katanya di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Selain menggandeng pengembang swasta, MRT Jakarta juga mempertimbangkan penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema ini memungkinkan kolaborasi pembiayaan antara pemerintah dan sektor swasta guna mengatasi keterbatasan anggaran APBN/APBD, sekaligus menerapkan prinsip pembagian risiko yang adil.
Melalui kerja sama ini, diharapkan pembiayaan pembangunan infrastruktur MRT menjadi lebih efisien sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud menegaskan bahwa perpanjangan jalur MRT Fase 2 hingga Kabupaten Tangerang akan mengandalkan skema developer contribution atau kontribusi langsung dari pengembang.
Baca Juga: Penumpang TransJakarta, MRT, dan LRT Tembus 461 Juta Orang Sepanjang 2025
Terowongan di area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A segmen Glodok-Kota (CP 203), Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026. ANTARA/HO-PT MRT Jakarta (Perseroda). (Antara)
"Persiapan 'signing' MOU MRT East-West Line Fase 2 yang di sisi Banten. Kita ingin mendorong pengembangan menggunakan 'developer contribution'. Tunggu saja tanggal mainnya nanti dari Pak Dirut (Tuhiyat), saya kira akan ada pengumuman dalam waktu dekat," ujarnya.
Farchad juga menyoroti bahwa tingginya tingkat kemacetan Jakarta tidak terlepas dari mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, dan Bekasi.
Menjawab tantangan tersebut, proyek MRT rute Kembangan–Balaraja sepanjang 29,9 kilometer menjadi bagian penting dari MRT East–West Line (Fase 3/Fase 2 Barat) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2026 dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Jalur ini akan menghubungkan Jakarta Barat dengan wilayah Tangerang, Banten, melalui 14 stasiun, terdiri dari 5 stasiun di Kota Tangerang dan 9 stasiun di Kabupaten Tangerang, guna mempercepat konektivitas dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Ke depan, jalur MRT hingga Balaraja direncanakan dibangun dengan konsep elevated atau melayang di atas permukaan jalan. Desain ini dinilai lebih efisien dari sisi waktu pengerjaan dan minim gangguan terhadap lalu lintas eksisting.
(Sumber: Antara)
Rangkaian kereta MRT dan sejumlah kendaraan melintas di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat, 10 April 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras. (Antara)