Ntvnews.id, Jakarta - Selain banjir, kemacetan masih menjadi persoalan klasik di Jakarta. Menjawab tantangan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan bahwa memperluas konektivitas angkutan umum, jadi solusi mengurai padatnya lalu lintas ibu kota.
Pramono menjelaskan, perluasan jaringan transportasi publik dilakukan melalui pengembangan TransJabodetabek, yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga di sekitarnya.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah membuka Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) guna memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
"Jadi persoalan kemacetan di Jakarta kenapa kemudian transportasi umumnya, konektivitasnya kami perluas menjadi Transjabodetabek termasuk kami sudah mengajukan untuk membuka dari Blok M ke airport, ke Soetta," ucap Pramono di Jakarta Timur, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca Juga: Pramono Pastikan Warga DKI Terdampak Banjir Bisa Berobat Gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Perbaikan Jalan Berlubang di Jakarta Menunggu Curah Hujan Mereda, Pramono Pastikan Anggaran Aman
Menurutnya, kualitas transportasi umum Jakarta saat ini sudah mengalami peningkatan signifikan. Selain semakin terintegrasi, tarif transportasi publik juga tergolong terjangkau, bahkan gratis untuk 15 golongan masyarakat, termasuk pelajar dan kelompok tertentu lainnya.
"Padahal sekarang transportasi kita sudah cukup baik, cukup murah. Konektivitas di Jakarta sudah 92 persen," terangnya.
Pramono mengakui bahwa kemacetan di Jakarta tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun, dengan penguatan sistem transportasi massal dan perluasan rute strategis, kondisi lalu lintas dinilai sudah jauh lebih terkendali dibandingkan sebelumnya.
"Jadi itulah yang kami dorong dan kalau dilihat memang kemacetan di Jakarta pasti ada tapi sudah cukup baik," tutup Pramono Anung.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)