Kapal Feri Antarpulau Tenggelam di Filipina Selatan, 10 Penumpang Masih Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jan 2026, 17:03
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Para korban selamat beristirahat di atas perahu penyelamat setelah sebuah feri tenggelam di perairan lepas pantai provinsi Basilan di Filipina selatan, pada 26 Januari 2026. ANTARA/XIxnhua/HO Philippine Coast Guard Para korban selamat beristirahat di atas perahu penyelamat setelah sebuah feri tenggelam di perairan lepas pantai provinsi Basilan di Filipina selatan, pada 26 Januari 2026. ANTARA/XIxnhua/HO Philippine Coast Guard (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Sebanyak 10 orang masih dinyatakan hilang setelah sebuah kapal feri antarpulau yang membawa ratusan penumpang tenggelam di perairan lepas pantai Provinsi Basilan, Filipina selatan, pada Senin, 26 Januari 2026. Hingga Selasa, 27 Januari 2026, pihak berwenang memastikan jumlah korban meninggal dunia mencapai 18 orang.

Penjaga Pantai Filipina atau Philippine Coast Guard (PCG) pada Selasa, 27 Januari 2026, merevisi jumlah total orang yang berada di dalam kapal feri tersebut menjadi 344 orang. Angka ini turun dari data awal sebanyak 359 orang setelah dilakukan verifikasi ulang. PCG memastikan 15 orang yang semula tercatat sebagai penumpang ternyata tidak pernah naik ke kapal.

Baca Juga: Perkembangan Longsor TPA di Filipina yang Menelan Korban Puluhan Pekerja

PCG juga melaporkan adanya lapisan tipis minyak di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tidak menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan laut di sekitar lokasi kejadian.

"Hal ini dinilai memiliki dampak lingkungan minim dan diperkirakan akan hilang dengan sendirinya karena proses alami seperti penguapan dan pergerakan air, sehingga tidak memerlukan respons segera," kata Penjaga Pantai Distrik Mindanao Barat Daya melalui media sosial.

Sebagai langkah tindak lanjut, Departemen Perhubungan Filipina memutuskan untuk menangguhkan seluruh armada penumpang milik Aleson Shipping, operator kapal feri yang tenggelam tersebut. Penangguhan dilakukan sambil menunggu hasil penyelidikan menyeluruh terkait penyebab insiden dan aspek keselamatan pelayaran.

Baca Juga: Pesta Tahun Baru di Filipina Dilempar Granat

(Sumber: Antara) 

x|close