Perkembangan Longsor TPA di Filipina yang Menelan Korban Puluhan Pekerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jan 2026, 08:12
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Puluhan orang diduga terjebak TPA runtuh di Filipina tengah. (ANTARA/Xinhua) Puluhan orang diduga terjebak TPA runtuh di Filipina tengah. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Tim penyelamat mengenakan helm proyek dan mengoperasikan alat berat pada Sabtu untuk menyisir puing-puing, menyusul longsor gunungan sampah di sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) di Filipina yang menimbun puluhan pekerja. Peristiwa di wilayah tengah negara itu dilaporkan menewaskan sedikitnya enam orang.

Sekitar 50 petugas kebersihan tertimbun pada Kamis lalu ketika timbunan sampah di TPA Binaliw fasilitas yang dikelola pihak swasta ambruk dari ketinggian yang diperkirakan setara bangunan 20 lantai, menurut keterangan seorang anggota dewan kota setempat.

Upaya pencarian di lokasi dihadapkan pada ancaman longsor susulan. Petugas penyelamat Cebu, Jo Reyes, mengatakan operasi kerap dihentikan sementara untuk menjaga keselamatan tim di lapangan.

“Operasi masih berlangsung dan bersifat berkelanjutan. Namun dari waktu ke waktu, area landfill bergerak, sehingga kami harus menghentikan sementara kegiatan,” ujarnya, dikutip dari The Peninsula, Minggu, 11 Januari 2026.

Baca Juga: Pesta Tahun Baru di Filipina Dilempar Granat

“Kami harus berhenti sejenak demi keselamatan petugas penyelamat," sambung Reyes.

Arus informasi dari lokasi bencana diterima secara bertahap akibat terbatasnya sinyal di kawasan TPA yang melayani Cebu dan komunitas sekitarnya. Anggota Dewan Kota Cebu, Joel Garganera, menyampaikan bahwa hingga pukul 10.00 waktu setempat, empat orang dipastikan meninggal dunia dan 34 lainnya masih dinyatakan hilang. Ia menjelaskan para korban berada di dalam area fasilitas, termasuk di rumah-rumah staf.

Medan Sulit, Menjaga Asa

Puluhan orang diduga terjebak TPA runtuh di Filipina tengah. (ANTARA/Xinhua) <b>(Antara)</b> Puluhan orang diduga terjebak TPA runtuh di Filipina tengah. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Garganera menuturkan medan evakuasi sangat berat karena banyaknya material baja serta pergerakan massa sampah akibat tekanan dari atas. “Kami berharap melawan harapan dan berdoa akan keajaiban,” katanya, seraya menegaskan bahwa tim belum memasuki fase pemulihan jenazah karena keluarga korban masih menanti kabar baik di lokasi.

Sejauh ini, sedikitnya 12 pekerja berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Ia juga menyinggung faktor cuaca dan karakteristik sampah yang mudah menyerap air sehingga meningkatkan risiko longsor. Ketinggian timbunan sampah dinilai “mengkhawatirkan,” dengan puncak gundukan mencapai sekitar 20 lantai di atas area terdampak. Keluhan mengenai bahaya akses jalan terjal menuju puncak TPA disebut telah lama disuarakan.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Peringkat 2 Grup C SEA Games 2025 Usai Kalah Dari Filipina

Foto-foto yang beredar memperlihatkan gunungan sampah raksasa di perbukitan tepat di belakang bangunan yang juga difungsikan sebagai kantor administrasi.

Garganera menyebut peristiwa ini sebagai “pukulan ganda” bagi kota, mengingat fasilitas tersebut merupakan satu-satunya pengolah sampah bagi Cebu dan wilayah sekitarnya, dengan kapasitas sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Salah seorang operator alat pemadat sampah, Rita Cogay (49), mengaku selamat karena sempat keluar untuk mengambil minum sesaat sebelum bangunan tempatnya bekerja roboh.

“Saya kira ada suara helikopter jatuh, tapi ternyata tumpukan sampah beserta reruntuhan bangunan yang mengikutinya,” ujar Cogay.

x|close