Ntvnews.id, Jakarta - Universitas Harkat Negeri (UHN) resmi meluncurkan UHN Center for Sustainability Studies sebagai langkah awal penguatan pendidikan dan praktik keberlanjutan di Indonesia. Peluncuran tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026, yang dihadiri Rektor UHN Sudirman Said, Pendiri Sustainabilitas William Sabandar, serta Secretary General Global Alliance for a Sustainable Planet sekaligus mantan Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Satya Tripathi.
Rektor UHN Sudirman Said menjelaskan bahwa pembentukan pusat studi ini merupakan embrio menuju pendirian School of Sustainability di bawah koordinasi Universitas Harkat Negeri yang berpusat di Tegal.
“Jadi hari ini kita baru saja menyaksikan satu perkenalan atau launching pusat studi sustainability. Dalam bahasa Inggrisnya itu Center for Sustainability, di bawah koordinasi Universitas Harkat Negeri di Tegal,” ujar Sudirman Said.
Baca Juga: Andrew Jung Soal Layvin Kurzawa ke Persib Bandung: Dulu Saya Nonton di TV
Ia menekankan pentingnya memperkenalkan istilah "sustainability" sebagai kosakata baru yang tidak hanya berhenti pada kajian ilmiah, tetapi juga implementasi nyata.
“Sustainability adalah gabungan dari leadership, policy, dan action. Jadi tidak semata-mata bicara sainsnya tapi juga bicara implementasinya,” kata Sudirman.
Menurutnya, pusat studi ini nantinya akan bermetamorfosis menjadi fakultas atau program studi yang membahas keberlanjutan secara komprehensif, mencakup ekonomi, lingkungan, transportasi, tata kota, hingga aspek sosial.
“Center ini pada waktunya akan bermetamorfosis menjadi School of Sustainability. Jadi semacam fakultas atau program studi yang mendalami aspek-aspek sustainability,” ujarnya.
Sudirman juga menyoroti keterlibatan para praktisi senior sebagai kekuatan utama pengembangan pusat studi tersebut. Ia menyebut William Sabandar dan Satya Tripathi sebagai figur yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pembangunan berkelanjutan.
UHN Luncurkan Center for Sustainability Studies (NTVnews)
“Jadi ini satu forces yang betul-betul diwarnai oleh para praktisi dan mudah-mudahan berkolaborasi dengan para saintis, para profesor kita bisa melahirkan istilah Pak Willy tadi itu, learning by delivery,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait pendekatan keilmuan, Sudirman menegaskan bahwa pusat studi ini bersifat multidisipliner.
“Memang ini semacam multidiscipline approach ya. Jadi fakultasnya bukan fakultas bidang studi tertentu tapi memayungi banyak sekali disiplin,” katanya.
Pendiri Sustainabilitas William Sabandar menambahkan bahwa pada tahap awal, pusat studi akan dimulai dengan diskusi dan topik-topik umum terkait keberlanjutan, sebelum berkembang menjadi sekolah penuh.
“Dalam jangka panjang ini kan dari pusat kajian dia akan berkembang menjadi school, sekolah. School of sustainability,” ujar William.
Ia menyebut bahwa pendidikan akan dirancang lintas disiplin, dimulai dari jenjang sarjana dan ke depan diperluas hingga magister.
Baca Juga: Wamendagri Ribka Haluk Sebut Masalah Utama Otsus Papua Ada pada Tata Kelola, Kini Fokus Perbaiki
“Nanti ke depannya kita berharap pada level S2 gitu, kita juga akan menyiapkan. Jadi interdisciplinary di S1-nya, di S2-nya nanti kita bayangkan akan ada sekolah khusus tentang sustainability,” katanya.
Sementara itu, Sudirman menambahkan bahwa dalam waktu dekat UHN juga akan menggelar kursus-kursus singkat.
“Sebagai sasaran antara kita akan bikin kursus-kursus singkat. Jadi dalam waktu dekat setiap dua bulan, tiga bulan akan bikin short course,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan soal filosofi nama dan logo universitas, Sudirman menjelaskan bahwa “Harkat Negeri” merepresentasikan upaya mengangkat martabat bangsa melalui pendidikan yang berintegritas.
“Kita memang sungguh-sungguh ingin melalui pendidikan ini, pendidikan yang melibatkan para praktisi, mengangkat kembali, memperkuat harkat negeri kita,” katanya.
Terkait logo, ia menyebut desain tersebut menggambarkan gerak alam semesta dan sumber kehidupan.
“Kalau lihat filosofinya adalah ini gabungan dari geraknya alam semesta. Move gitu. Kemudian itu ada yang menerjemahkan sebagai sawah terasering karena adalah sumber dari kehidupan juga,” jelas Sudirman.
UHN juga menargetkan kerja sama internasional. Sudirman menyebut rencana penandatanganan kerja sama dengan Global Alliance for a Sustainable Planet.
“September, maybe Pak Satya will edit, September kami sign dengan Global Alliance on Sustainability yang di-lead oleh Pak Satya,” ujarnya.
Satya Tripathi dalam paparannya menjelaskan bahwa Global Alliance for a Sustainable Planet merupakan organisasi internasional berbasis di New York dengan ratusan anggota dari berbagai negara.
“Jadi Aliansi Global untuk Planet Berkelanjutan adalah organisasi publik internasional yang berbasis di New York. Kami memiliki sekitar 400 institusi anggota termasuk Universitas Harkat Negeri,” kata Satya.
Ia menyampaikan ambisi besar agar School of Sustainability di UHN menjadi pusat pendidikan berkelanjutan yang diakui dunia.
“Saya dengan tulus berharap sekolah ini menjadi salah satu kekuatan utama untuk kebaikan di dunia, tidak hanya di Jakarta atau di Indonesia,” ujarnya.
Satya bahkan menyatakan harapannya agar lulusan UHN kelak disejajarkan dengan alumni universitas ternama dunia.
“Saya ingin ketika siswa dan pemimpin datang dan belajar di Sekolah Studi Keberlanjutan di UHN, mereka harus dipandang dengan rasa hormat dan perhatian yang sebesar itu di mana pun di planet ini. Jadi itulah ambisinya,” tegasnya.
Menutup konferensi pers, Sudirman Said kembali menekankan bahwa tantangan utama keberlanjutan bukan hanya pada konsep, melainkan pada ketersediaan pelaku dan pemimpin.
“Pada akhirnya yang kita butuhkan adalah people, pelaku ya. Makanya mulai dengan leadership,” ujarnya.
Ia berharap pusat studi ini mampu melahirkan pemimpin lintas sektor yang menjadikan keberlanjutan sebagai cara pandang utama dalam bekerja.
“Memang memproduksi manusia-manusia, pemimpin-pemimpin yang konsen pada sustainability,” kata Sudirman.
UHN Luncurkan Center for Sustainability Studies (NTVnews)