China Imbau Warganya Tak Lakukan Perjalanan ke Jepang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jan 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera China dan Jepang. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/as. Ilustrasi - Bendera China dan Jepang. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/as. (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah China mengeluarkan peringatan perjalanan yang meminta warganya menunda kunjungan ke Jepang selama masa libur Tahun Baru Imlek. Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul situasi politik dan keamanan di Jepang yang dinilai berpotensi membahayakan warga negara China.

“Baru-baru ini, keamanan publik di Jepang telah memburuk, dengan seringnya insiden tindakan ilegal dan kriminal yang menargetkan warga negara China,” kata Departemen Urusan Konsuler Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan dilansir dari AFP, Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam pernyataan itu, Beijing menilai keselamatan warga China terancam apabila tetap berada atau bepergian ke Jepang dalam kondisi saat ini.

“Warga negara Tiongkok di Jepang menghadapi ancaman keamanan yang serius,” kata departemen tersebut.

Baca Juga: Penembak Eks PM Jepang Shinzo Abe Divonis Penjara Seumur Hidup

Peringatan perjalanan ini muncul di tengah memanasnya hubungan diplomatik Beijing dan Tokyo. Pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November 2025 yang menyebut kemungkinan intervensi militer Jepang jika terjadi serangan terhadap Taiwan memicu respons keras dari China.

Ketegangan tersebut berdampak langsung pada arus wisata. Jumlah wisatawan China ke Jepang dilaporkan turun sekitar 45 persen pada bulan lalu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi sekitar 330.000 orang.

Bendera Jepang <b>(Antara)</b> Bendera Jepang (Antara)

Kementerian Luar Negeri China kemudian kembali menegaskan peringatan perjalanannya, khususnya menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek pada Februari. Pemerintah China juga menyinggung faktor lain berupa tingginya aktivitas gempa bumi di Jepang sebagai pertimbangan tambahan bagi keselamatan warganya.

Sebelum hubungan kedua negara memburuk, wisatawan China merupakan salah satu kontributor utama sektor pariwisata Jepang. Mereka pernah menyumbang hampir seperempat dari total wisatawan asing, dengan sekitar 7,5 juta warga China berkunjung ke Jepang dalam sembilan bulan pertama 2025. Tertarik oleh nilai tukar yen yang melemah, wisatawan China menghabiskan dana sekitar 3,7 miliar dolar AS pada kuartal ketiga tahun tersebut.

Libur Tahun Baru Imlek di China yang berlangsung selama sembilan hari diperkirakan tetap mendorong lonjakan perjalanan, baik domestik maupun internasional, meskipun dengan tujuan yang lebih selektif menyusul imbauan pemerintah.

x|close