Ngeri, Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Hiu Saat Berenang di Pantai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jan 2026, 08:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi ikan hiu. Ilustrasi ikan hiu. (Pixabay)

Ntvnews.id, Sydney - Peristiwa tragis menimpa seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Sydney, Australia. Bocah tersebut meninggal dunia setelah diserang hiu ketika sedang berenang di salah satu pantai favorit warga setempat.

Dilansir dari New York Post, Selasa, 27 Januari 2026, korban bernama Nico Antic diketahui tengah melakukan aksi lompat tebing bersama dua temannya di Jump Rock, kawasan dekat Shark Beach, Vaucluse, pinggiran kota Sydney, pada 18 Januari lalu, sesaat sebelum pukul 16.20 waktu setempat.

Nico masuk ke perairan yang berada di luar zona aman yang dilindungi jaring anti-hiu, yakni penghalang fisik yang berfungsi mengurangi masuknya hiu besar ke area renang.

Saat berada di dalam air, Nico mengalami satu gigitan hiu di bagian kaki yang mengakibatkan luka sangat serius dan kehilangan darah dalam jumlah besar. Menyadari serangan tersebut, salah satu temannya segera terjun ke laut untuk menarik Nico ke arah bebatuan. Teman lainnya membantu mengangkat Nico ke atas platform batu, sementara petugas medis darurat segera menuju lokasi.

Baca Juga: Pemasok Baterai Lithium China Naikkan Harga hingga 15 Persen, Berpotensi Dongkrak Harga Kendaraan Listrik

Aparat kepolisian dan tim medis memasang perban pengikat atau tourniquet untuk menghentikan pendarahan sebelum membawa Nico menggunakan perahu menuju dermaga feri terdekat. Pihak berwenang menyatakan gigitan hiu tersebut memutus jaringan serta pembuluh darah utama korban.

Dalam perjalanan menggunakan ambulans, Nico menerima transfusi darah karena perban pengikat tidak mampu sepenuhnya menghentikan pendarahan. Beberapa jam kemudian, ia menjalani operasi darurat di Rumah Sakit Anak Sydney di Randwick dan ditempatkan dalam kondisi koma yang diinduksi secara medis.

Selama beberapa hari berikutnya, Nico dirawat di unit perawatan intensif dalam keadaan kritis. Tim dokter terus memberikan alat bantu pernapasan, transfusi darah tambahan, serta melakukan operasi otak guna mengurangi pembengkakan dan pendarahan.

Pada Sabtu, Nico dinyatakan mati otak akibat komplikasi dari luka parah yang dideritanya. Keluarga kemudian mengambil keputusan untuk menghentikan penggunaan alat bantu pernapasan.

Hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. <b>(PT Pertamina International Shipping (PIS) )</b> Hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. (PT Pertamina International Shipping (PIS) )

Diduga, hiu yang menyerang Nico adalah hiu banteng. Para ahli kelautan menyebut spesies ini kerap ditemukan di Sydney Harbour dan dapat tumbuh hingga panjang sekitar 11 kaki dengan berat mencapai 290 pon. Hiu banteng juga dikenal memiliki kekuatan gigitan paling kuat dibandingkan jenis hiu lainnya.

Pasca-insiden tersebut, puluhan pantai di wilayah Sydney langsung ditutup. Otoritas dan ilmuwan juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem sehari sebelum kejadian yang diduga meningkatkan risiko serangan.

Baca Juga: Sabar/Reza Gagal Juara di Final Hylo Open 2025, Kalah dari Ganda Taiwan Chiu/Wang

Sydney dilaporkan mengalami hujan sangat lebat pada 17 Januari, menjadikannya hari terbasah di bulan Januari sejak 1988. Curah hujan tinggi menyebabkan masuknya air tawar dan kotor dalam jumlah besar ke pelabuhan, sehingga jarak pandang di perairan menurun drastis.

Profesor Rob Harcourt dari Universitas Macquarie menjelaskan bahwa risiko serangan hiu banteng berkaitan erat dengan aliran air tawar ke laut. Air yang keruh dan payau menciptakan kondisi berburu yang ideal bagi hiu, sekaligus meningkatkan kemungkinan serangan ketika hewan tersebut keliru mengira manusia sebagai mangsa.

x|close