Huntara Sudah Siap Huni, Warga Terdampak Banjir di Agam Sumbar Senang Akhirnya Pindah dari Pengungsian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 23:35
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian meresmikan 117 huntara di Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian meresmikan 117 huntara di Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. (Istimewa)

Ntvnews.id, Agam - Suasana riang tampak terasa di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Keriangan ini berasal dari warga terdampak banjir dan longsor yang memasuki Huntara Kayu Pasak.

Mereka kini bisa memiliki tempat berlindung yang aman dan nyaman untuk sementara waktu setelah menjadi korban bencana banjir pada akhir November 2025. Warga tak perlu lagi tinggal di pengungsian yang minim dengan fasilitas dasar.

“Lagi beres-beres tempat tidur. Merapi-rapikan arah mana kita mau tidur. Barang-barang posisi di mana kita taruh,” kata salah satu penghuni huntara, dikutip Senin, 26 Januari 2026.

Sebagian besar warga terdampak yang pindah ke Huntara Kayu Pasak ini adalah para pengungsi yang selama ini tinggal di gedung SDN 05 Kayu Pasak, tak jauh dari lokasi huntara. Mereka sudah tinggal di pengungsian sejak banjir melanda pada 27 November lalu.

"Sejak galodo (banjir bandang) tinggal di pengungsian (SDN 05 Kayu Pasak) sampai tadi. Malam ini tinggal di huntara,” kata calon penghuni lain pada Sabtu, 24 Januari 2026 malam.

Sejumlah warga sudah menempati huntara pada malam akhir pekan lalu. Beberapa tampak tengah membereskan alas tidur yang disumbangkan BNPB. Sambil merapikan interior, mereka juga menyalakan kipas angin dan mengisi daya ponsel pertanda listrik sudah stabil.

Baca Juga: Walhi: Pemulihan Sumatra Tak Boleh Berhenti di Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Suasana warga yang terdampak bencana banjir bandang di hunian sementara.  <b>(Istimewa)</b> Suasana warga yang terdampak bencana banjir bandang di hunian sementara. (Istimewa)

Pantauan di lapangan, puluhan huntara di Nagari Salareh Aia sudah rapi berdiri. Hunian berwarna putih itu sudah mulai ditinggali warga terdampak. Hal ini bisa dilihat dari nama-nama para penghuni yang sudah tertera di setiap hunian, lengkap dengan no dan blok hunian.

Huntara itu pun sudah teraliri listrik. Selain itu, air bersih juga tersedia untuk kebutuhan sehari-hari. Di setiap teras huntara, terdapat pot-pot tanaman yang menambah keasrian kompleks.

Untuk interior, pemerintah menyediakan sejumlah kebutuhan dasar seperti alas tempat tidur. Disediakan juga kipas angin, sapu, hingga kompor beserta gas elpiji yang siap untuk digunakan. Akomodasi juga diberikan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah penghuni tampak duduk lesehan di teras hunian. Anak kecil tampak senang saat bermain rumah-rumahan bersama orang tuanya.

Di sudut lain, tiga orang ibu tengah makan bersama sambil mengasuh anak. Mereka tampak santai menikmati keseharian. Ada juga sejumlah penghuni yang tengah membawa peralatan dapur.

Baca Juga: Jaga Konektivitas Warga di Huntara, Telkomsel Perkuat Akses Internet

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian meresmikan pemakaian 117 huntara di Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Sabtu, 24 Januari 2026.

"Hari ini hunian sementara (huntara) kita resmikan tepatnya di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam. Ini bentuk percepatan pemulihan bencana di Sumbar," kata Pratikno selaku KetuaTim Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra.

Menurutnya, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto percepatan dalam penanganan bencana harus dilakukan dengan cepat melibatkan semua pihak.

Selain di Agam, Satgas Percepatan dan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra juga meresmikan huntara di tiga kabupaten lain, yakni di Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan.

x|close