Trump Ancam Musnahkan Iran dari Muka Bumi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jan 2026, 16:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/am) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/am) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan bernada ancaman keras terhadap Iran. Trump menegaskan bahwa Iran akan lenyap dari muka bumi apabila dirinya menjadi korban pembunuhan.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 22 Januari 2026, ketegangan antara Washington dan Teheran kian meningkat menyusul pecahnya demonstrasi berdarah di Iran. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan AS dan Israel sebagai dalang di balik tewasnya “beberapa ribu” orang dalam aksi protes anti-pemerintah tersebut.

"Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang selama protes yang mengguncang Iran selama lebih dari dua minggu," kata Khamenei seperti dilansir Al-Jazeera.

Khamenei menuding kedua negara itu terlibat langsung dalam kekerasan yang terjadi di Iran. Ia juga menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai seorang kriminal.

Baca Juga: Kekeuh Ingin Greenland, Trump sebut Eropa Tanpa AS Saat Ini Berbahasa Jerman dan Jepang

"Pemberontakan anti-Iran terbaru berbeda karena presiden AS secara pribadi terlibat," ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian direspons oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Khamenei akan dipandang Iran sebagai bentuk deklarasi perang. Hal itu disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Trump yang menyinggung soal pencarian pemimpin baru bagi Iran.

"Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran," kata Pezeshkian dalam sebuah unggahan di X, dilansir AFP.

Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: ANTARA/Anadolu/py) Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

Sementara itu, Juru Bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa Trump memahami sepenuhnya Iran tidak akan menahan diri jika situasi berbalik arah. Ia bahkan menyatakan tidak ada tempat aman bagi Trump untuk berlindung.

"Trump tahu bahwa jika tangan agresi diulurkan ke arah pemimpin kami, kami tidak hanya akan memutus tangan itu, dan ini bukan sekadar slogan," kata Shekarchi kepada media pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Kamis, 22 Januari 2026.

"Tapi kami akan membakar dunia mereka dan tidak akan memberi mereka tempat berlindung yang aman di wilayah ini," imbuhnya.

Saat ini, Iran masih berupaya menstabilkan kondisi dalam negeri setelah dilanda kerusuhan akibat gelombang protes anti-pemerintah sejak akhir Desember. Aksi tersebut disebut sebagai demonstrasi terbesar sejak Revolusi Islam Iran pada 1979.

Kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia masih melakukan verifikasi terhadap jumlah korban jiwa dalam kerusuhan itu. Data dari Human Rights Activists News Agency (HRANA) menyebutkan lebih dari 4.000 kematian telah dikonfirmasi.

Baca Juga: Trump Unggah Pesan Pribadi Macron soal Greenland, Singgung Suriah dan Iran

Demonstrasi massal di Iran dipicu tuntutan masyarakat atas bantuan sosial di tengah kesulitan ekonomi pada Desember 2025. Pada periode itu, nilai mata uang Iran anjlok ke titik terendah di bawah kepemimpinan Ayatollah yang kini berusia 86 tahun.

Di sisi lain, Trump kembali mengeluarkan ancaman yang lebih tegas. Ia mengaku telah memberikan instruksi khusus agar AS memusnahkan Iran apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya.

"Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Apa pun yang terjadi, mereka akan memusnahkan mereka (Iran-red) dari muka bumi," kata Trump dalam wawancara News Nation yang ditayangkan Selasa, 20 Januari 2026 waktu setempat, saat menanggapi pertanyaan mengenai ancaman Iran terhadap keselamatan dirinya yang kini berusia 79 tahun.

Ancaman tersebut bukan kali pertama disampaikan Trump. Setahun sebelumnya, ia juga pernah memperingatkan Iran dengan pernyataan serupa, dengan mengatakan kepada wartawan bahwa “jika mereka melakukannya, mereka akan dimusnahkan”.

x|close