Fakta Ketua BEM UI Terpilih Diteror-Diancam Dibunuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jan 2026, 13:20
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ketua BEM UI terpilih diteror dan diancam dibunuh. Ketua BEM UI terpilih diteror dan diancam dibunuh.

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terpilih, Yatalathof Ma’shum Imawan mengaku diteror. Ia bahkan diancam dibunuh.

Peristiwa itu terjadi setelah dirinya diumumkan terpilih sebagai Ketua BEM UI tahun 2026. Menurut Athof, teror yang diterima juga menyasar keluarganya. Bahkan, ia juga menerima paket cash on delivery (COD) senilai jutaan rupiah.

Atas itu ia mewanti-wanti keluarganya untuk tidak membayar paket yang tidak mereka pesan.

"Nggak hanya (dalam bentuk serangan) cyber saja. Kan cyber sudah kena ke gua sama Fath, termasuk keluarga, tapi sekarang, hari ini, barusan siang ini, kita dikirimin paket-paket yang kita tidak beli, tapi paketnya berbentuk COD," ujar Athof dikutip dari laman pers mahasiswa UI, Selasa, 20 Januari 2026.

Baca Juga: Beredar Ancaman Kepada Kandidat BEM, UI Bentuk Tim Investigasi Gabungan

Di samping teror berupa kiriman paket misterius, Athof juga mengaku mengalami teror siber berupa peretasan nomor WhatsApp (WA). Akun WA-nya diretas dan digunakan oleh pelaku untuk mengirimkan pesan ancaman kepada keluarga dan sejumlah kontak Athof.

Bahkan, pelaku turut melampirkan video yang seolah-olah menjadikan foto Athof sebagai sasaran penembakan. Teror pesan ini terus menekannya agar segera mengundurkan diri dari jabatan Ketua BEM UI 2026. Apabila tak dipenuhi, pelaku mengancam akan terus melakukan teror.

Bukan hanya Athof, Wakil Ketua BEM UI terpilih, Fathimah Azzahra juga mengalami hal serupa. Fatimah dan keluarganya mendapatkan teror yang sama. Menurut Fatimah, nomor telepon ayahnya diretas oleh orang tak dikenal untuk menyebarkan pesan serta video ancaman.

Dalam video ancaman yang dikirimkan, nampak Fathimah menjadi target eksekusi, persis seperti teror yang dilayangkan pada Athof sebelumnya.

"(Pesan dan video) ancamannya sampai dikirim ke (grup) RT-RW lingkungan rumah juga, selain keluarga," kata Fathimah.

Dalam teror paket yang dialaminya, Fathimah mengaku mendapatkan paket yang berisi alat pemotong tanaman dengan nilai sekitar Rp200.000. Lalu, paket kedua berupa kursi roda.

Athof dalam akun Instagramnya pun mengajak untuk saling menguatkan dan melawan teror, serta ancaman tersebut.

"Akan Terus Bertahan dan Konsisten Melawan. #IKMUISalingJaga kurang dari 24 jam BEM UI 2026 terpilih. Kami ditakut-takuti, diteror digital dan fisik, hingga diancam dibunuh," kata dia.

x|close