Pemerintah Kecam Intimidasi dan Teror terhadap Konten Kreator

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 17:03
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/9/2025), menjelang pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/9/2025), menjelang pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Angga Raka Prabowo menegaskan sikap pemerintah yang menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi maupun teror terhadap warga negara, termasuk yang dialami para konten kreator dalam menyampaikan kritik.

Pernyataan tersebut disampaikan Angga menyusul adanya sejumlah konten kreator atau pemengaruh yang mengaku menerima ancaman dan teror di kediaman pribadi mereka. Beberapa di antaranya adalah Ramon Dony Adam yang dikenal sebagai DJ Donny, Sherly Annavita, serta Chiki Fawzi.

“Pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi, ancaman atau teror terhadap warga negara termasuk terhadap konten kreator, aktivis maupun siapa pun yang menyampaikan kritik,” kata Angga dalam keterangan yang dikonfirmasi Antara di Jakarta, Jumat.

Angga menegaskan bahwa pemerintah menjamin kebebasan berpendapat bagi seluruh warga negara. Menurutnya, kebebasan tersebut merupakan hak konstitusional yang telah diatur dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Ia menyebutkan, jaminan kebebasan berpendapat tertuang dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang,” tegas Angga.

Baca Juga: Teror Berlapis ke Influencer dan Aktivis, Polisi Dalami Kesamaan Pola Aksi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu pemengaruh, DJ Donny, telah melaporkan teror yang dialaminya ke pihak kepolisian. Teror tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal dan terjadi di rumah pribadinya.

Ia menyebutkan bahwa aksi teror tersebut sudah terjadi sebanyak dua kali, yakni pada Senin 29 Desember 2025 dan kembali terjadi pada Rabu 31 Desember 2025 dini hari.

“Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya,” kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu.

Donny menilai aksi tersebut tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga telah mengancam keselamatan keluarganya serta lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Selain dua kejadian tersebut, ia juga mengaku kerap menerima berbagai bentuk teror dan ancaman melalui sambungan telepon maupun pesan yang dikirimkan melalui media sosial.

Kasus serupa juga dialami oleh Sherly Annavita yang mendapati mobil pribadinya dicoret-coret oleh orang tak dikenal. Sementara itu, Chiki Fawzi mengaku menerima ancaman secara digital.

Para pemengaruh tersebut menyatakan bahwa teror dan intimidasi yang mereka alami terjadi setelah mereka menyampaikan kritik terkait penanganan bencana di Aceh dan Sumatera oleh pemerintah.

 

(Sumber : Antara)

x|close