Ntvnews.id, Teheran - Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa Iran berada dalam kondisi kesiapan tertinggi untuk menghadapi segala bentuk ancaman dari pihak luar.
Pernyataan ini disampaikan di tengah situasi domestik yang masih bergejolak, menyusul rangkaian demonstrasi rusuh yang telah berlangsung hampir sepekan di berbagai wilayah.
Komandan IRGC Mohammad Pakpour menekankan bahwa pasukan elit tersebut siap memberikan respons keras terhadap apa yang mereka anggap sebagai upaya campur tangan musuh-musuh Iran.
Dalam pernyataan resminya, ia secara terbuka menuding Israel dan Amerika Serikat sebagai pihak yang berada di balik gelombang protes yang mengguncang negara itu.
Baca Juga: Saudi Tak Izinkan Wilayahnya Dipakai Serang Iran di Tengah Ancaman AS
“Tingkat kesiapan tertinggi untuk merespons secara tegas setiap salah perhitungan musuh,” kata Komandan Mohammad Pakpour dalam pernyataan tertulis yang dikutip televisi pemerintah dan dilansir Al Jazeera, Kamis, 15 Januari 2026.
Lebih lanjut, Pakpour juga melontarkan tudingan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyebut kedua pemimpin tersebut sebagai “pembunuh para pemuda Iran”, menegaskan sikap keras Garda Revolusi terhadap kepemimpinan Washington dan Tel Aviv.
Pernyataan ini menegaskan posisi IRGC sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keamanan Iran, baik dari ancaman eksternal maupun dinamika internal yang dinilai dipicu oleh kekuatan asing. Sikap tegas tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Teheran tidak akan ragu mengambil langkah balasan jika merasa kedaulatannya terancam.
Iran Ancam Keras AS Jika Ikut Campur dalam Konflik dengan Israel (ANTARA)