Mata Uang Iran Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Sejarah, 1 Dolar AS Setara 1,5 Juta Rial

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 15:34
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Para pengunjuk rasa menghadiri rapat umum di Teheran, Iran. 19 April 2024. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. Arsip - Para pengunjuk rasa menghadiri rapat umum di Teheran, Iran. 19 April 2024. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rial Iran terus melemah tajam sejak akhir 2025, terutama di pasar terbuka atau pasar paralel yang mencerminkan kondisi riil pasokan dan permintaan valuta asing. 

Pelemahan ini menempatkan mata uang Iran pada posisi terburuk sepanjang sejarahnya.

Dikutip dari Investing pada Rabu 14 Januari 2026, nilai tukar pada awal Januari 2026 mencapai sekitar 1,4 hingga 1,5 juta rial per dolar AS, tingkat terlemah yang pernah tercatat.

Beberapa platform konversi mata uang mulai menampilkan nilai rial sebagai 0,00 dolar AS, bukan karena mata uang secara resmi tidak berharga, tetapi karena keterbatasan pembulatan dalam sistem digital yang tidak dirancang untuk menangani depresiasi ekstrem tersebut.

Baca juga: Iran Minta PBB Kecam AS atas Tuduhan Hasutan Kekerasan

Baca juga: Menteri Israel Akui Agen Mossad Susupi Demonstrasi di Iran

Adapun penyebab dari anjlokna mata uang rial karena krisis ekonomi telah tumpah ke jalan-jalan. Sejak akhir Desember 2025, protes telah meletus di kota-kota besar Iran.

Banyak demonstrasi pada awalnya didorong oleh kerugian mata uang, kenaikan harga, dan penutupan bisnis, terutama di kalangan pedagang dan pemilik toko.

Sebagai tanggapan, pihak berwenang memberlakukan pembatasan internet sementara dan langkah-langkah keamanan, meningkatkan kekhawatiran di antara organisasi hak asasi manusia internasional.

x|close