IHSG Dibuka Naik ke Posisi 9.007, Rupiah Menguat Rp16.870 per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 10:21
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi grafik saham Ilustrasi grafik saham


Ntvnews.id
, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 14 Januari 2025 diperkirakan bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.

Dikutip dari Antara, IHSG dibuka menguat 58,75 poin atau 0,66 persen ke posisi 9.007,04.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,66 poin atau 0,42 persen ke posisi 882,53.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.760- 9.000," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah Rp16.873 per Dolar AS

Dari mancanegara, data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) tumbuh 0,3 persen month to month (mtm) atau 2,7 persen year on year (yoy), dengan CPI Core stabil di level 2,6 persen (yoy).

Nico mengatakan data inflasi AS yang stabil akan menjadi bekal dalam pertemuan The Fed pada 29 Januari 2026 mendatang, yang disinyalir akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.

Di sisi lain, untuk pertama kalinya, Ketua The Fed Jerome Powell melawan balik serangan Presiden AS Donald Trump, yang mana The Fed mendapatkan dukungan dari berbagai bank sentral negara lain.

Powell secara eksplisit mengatakan bahwa Trump berupaya untuk merebut kekuasaan, serta menyampaikan terkait keputusan suku bunga yang didasarkan pada tekanan atau intimidasi politik atau kebutuhan ekonomi AS.

Dari dalam negeri, pemerintah berencana memperkuat kerangka ekonomi digital dengan mengembangkan ekosistem semikonduktor melalui kerja sama dengan Inggris, termasuk pendanaan awal 125 juta dolar AS untuk kolaborasi dengan ARM.

Nico menilai langkah tersebut penting karena semikonduktor menjadi fondasi berbagai sektor strategis seperti elektronik, otomotif, IoT, dan data center.

Baca juga: Purbaya Ungkap Faktor Pendorong IHSG Tembus Level 10.000 pada 2026

Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), bursa saham Eropa ditutup variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,24 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,03 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,06 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,14 persen.

Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street ditutup melemah pada Selasa (13/1/2026), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,19 persen ditutup di 6.963,74, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,80 persen ditutup di 49.191,99, serta indeks Nasdaq melemah 0,18 persen ke 25.741,95.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1,70 persen ke level 54.456,50, indeks Shanghai menguat 0,95 persen ke posisi 4.177,68, indeks Hang Seng menguat 0,45 persen ke posisi 26.970,00, dan indeks Straits Times melemah 0,30 persen ke 4.793,74.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2025 bergerak menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.870 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.877 per dolar AS.

x|close