Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu l7 Januari 2026 bergerak menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Dikutip dari Antara, IHSG dibuka menguat 25,47 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.959,08.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,34 poin atau 0,27 persen ke posisi 867,40.
"Penguatan Wall Street diharapkan memberi sentimen positif bagi IHSG, sementara rupiah diharapkan mulai keluar dari tekanan setelah melemah tiga hari berturut-turut," kata Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya.
Baca juga: IHSG Tutup Menguat, Kian Dekati ke Level 9.000
Dari mancanegara, pasar saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kompak menguat di tengah adanya ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela.
Penguatan pasar terutama ditopang oleh saham teknologi dan Artificial Intelligence (AI), dipimpin Amazon, Micron Technology, dan Palantir, serta saham semikonduktor yang melesat tajam di awal 2026, melanjutkan reli kuat sepanjang 2025.
Optimisme pelaku pasar didorong oleh keyakinan bahwa AI tetap menjadi pengubah permainan, didukung prospek ekonomi AS yang solid, pemangkasan suku bunga, serta stimulus fiskal.
Di sisi lain, dampak konflik AS dan Venezuela terbatas karena peran Venezuela relatif kecil dalam ekonomi global dan pasar minyak, sehingga tidak menekan sentimen pasar secara signifikan.
Dari dalam negeri, Indonesia dan AS memasuki tahap final perundingan perjanjian dagang, dengan negosiasi lanjutan akan berlangsung pada 12-19 Januari 2026 di Washington DC, AS, dengan agenda legal drafting detail.
Kesepakatan akan mencakup penurunan tarif resiprokal AS atas Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, serta komitmen kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, dan investasi, yang diharapkan memberikan dukungan jangka menengah bagi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.
Pada perdagangan Selasa (6/1) kemarin, bursa saham Eropa ditutup kompak menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,17 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,18 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,09 persen, serta indeks CAC Prancis naik 0,32 persen.
Baca juga: Purbaya Ungkap Faktor Pendorong IHSG Tembus Level 10.000 pada 2026
Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup kompak menguat pada Selasa (6/1), di antaranya indeks S&P 500 menguat 0,62 persen ditutup di level 6.944,82, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,99 persen ditutup di 49.462,08, serta indeks Nasdaq menguat 0,94 persen ke 25.639,71.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 0,44 persen ke level 52,288,00, indeks Shanghai melemah 0,03 persen ke posisi 4.083,74, indeks Hang Seng melemah 0,94 persen ke posisi 26.442,50, dan indeks Straits Times melemah 0,05 persen ke 4.738,17.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026 bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.761 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.758 per dolar AS.
Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024). (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom)