IHSG Dibuka Menguat ke 8.676 Pada Awal Perdagangan 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 10:37
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi grafik pasar uang dan pasar saham dunia pasca pengumuman tarif kombinasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ilustrasi grafik pasar uang dan pasar saham dunia pasca pengumuman tarif kombinasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 2 Januari 2025 bergerak menguat seiring dengan optimisme pelaku pasar menyambut tahun baru 2026.

Dikutip dari Antara, IHSG dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.676,74.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,89 poin atau 0,22 persen ke posisi 848,46.

"Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8.680-8.725," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya.

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis hari ini, Jumat, di antaranya Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Desember yang diperkirakan akan sedikit membaik di level 53,6 dari sebelumnya di level 53,3 pada November 2025.

Baca juga: BRI Tetapkan Dividen Interim Rp137 Per Saham Untuk Tahun Buku 2025

Kemudian, neraca perdagangan bulan November 2025 diprediksi membukukan surplus sebesar 2,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari surplus 2,4 miliar dolar AS pada Oktober 2025.

Selain itu, data inflasi bulan Desember 2025 diestimasikan melambat menjadi 2,5 persen (year-on-year/yoy) dari 2,72 persen (yoy) pada November 2025.

Dari mancanegara, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian perang tarif yang masih berpotensi berlanjut, kebijakan moneter The Fed selanjutnya, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di beberapa wilayah negara.

Pada perdagangan Rabu (31/12), bursa saham Eropa ditutup variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,77 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,09 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,57 persen, serta indeks CAC melemah 0,23 persen.

Baca juga: Purbaya Mau Beri Insentif ke Investor, Asal Pelaku Goreng Saham Ditindak dalam 6 Bulan

Bursa saham AS di Wall Street ditutup variatif pada Rabu (31/12), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,63 persen ditutup di level 48.063,79, indeks S&P 500 melemah 0,34 persen ke level 6.845,51, indeks Nasdaq Composite melemah 0,84 persen ditutup di level 25.249,85.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,37 persen ke 50.339,50, indeks Shanghai menguat atau 0,01 persen ke 3.968,42, indeks Hang Seng menguat 1,67 persen ke 26.048,50, dan indeks Strait Times menguat 0,22 persen ke 4.656,29.

x|close