IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah Rp16.746 per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 10:32
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi grafik saham Ilustrasi grafik saham


Ntvnews.id
, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 6 Januari 2026 diperkirakan bergerak menguat seiring pelaku pasar cenderung mengabaikan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.

Dikutip dari Antara, IHSG dibuka menguat 25,42 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.884,62.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,66 poin atau 0,19 persen ke posisi 861,44.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.730- 8.920," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya.

Baca juga: IHSG Kinclong di Perdagangan Pertama 2026, Optimisme Investor Terus Meningkat

Dari mancanegara, menurut Nico, pelaku pasar cenderung tidak peduli dengan situasi dan kondisi yang tengah terjadi antara AS dan Venezuela, seiring optimisme terhadap pemulihan ekonomi.

Ia melihat harga minyak tidak terlalu bergejolak di tengah terjadinya konflik tersebut, karena cadangan minyak terlihat masih dapat terjaga dengan baik.

Sementara itu, harga emas mengalami kenaikan signifikan sebagai bagian dari reaksi naiknya tensi geopolitik, sehingga perlunya mencermati saham-saham berbasis emas.

Dari dalam negeri, pemerintah melanjutkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun pada 2026, sebagaimana diatur dalam PMK No. 90 Tahun 2025 yang berlaku mulai 1 Januari 2026.

Insentif berupa 100 persen PPN DTP diberikan untuk rumah baru dan siap huni dengan harga maksimal Rp5 miliar, khusus untuk bagian harga hingga Rp2 miliar, guna menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Fasilitas ini berlaku untuk penyerahan pertama oleh pengembang, dibuktikan dengan AJB atau PPJB lunas serta berita acara serah terima selama 1 Januari–31 Desember 2026.

Baca juga: Yakin IHSG Tembus 10.000, Purbaya: Investor-investor yang Jeli Jangan Sampai Ketinggalan

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar AS dan inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan sebesar 2,92 persen year-on-year (yoy).

Pada perdagangan Senin (05/01), bursa saham Eropa ditutup kompak menguat, di antarany Euro Stoxx 50 menguat 1,30 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,54 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,34 persen, serta indeks CAC Prancis naik 0,20 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup menguat pada perdagangan Senin (05/01), di antaranya indeks S&P 500 menguat 0,64 persen ditutup di level 6.902,09, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,23 persen ditutup di 48.977,49, serta indeks Nasdaq menguat 0,77 persen ke 25.401,32.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 0,69 persen ke level 52,201,00, indeks Shanghai menguat 0,85 persen ke posisi 4.057,74, indeks Hang Seng menguat 1,45 persen ke posisi 26.746,50, dan indeks Straits Times menguat 0,86 persen ke 4.720,62.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa, 6 Jamuari 2026 bergerak melemah 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.746 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.740 per dolar AS.

HIGHLIGHT

x|close