IHSG Dibuka Menghijau di Awal Sesi, Rupiah Menguat di Rp16.868 per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 10:33
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 28 Juni 2024. Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 28 Juni 2024. (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom)


Ntvnews.id
, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 23 Februari 2026 bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Antara, IHSG dibuka menguat 62,77 poin atau 0,76 persen ke posisi 8.334,54.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,43 poin atau 0,77 persen ke posisi 841,71.

"Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 8.250-8.380 pada pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8.400 jika mampu ditutup di atas 8.350," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.300 Pada Jumat Pagi

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati langkah Pemerintah Indonesia menyusul pembatalan tarif resiprokal di Amerika Serikat (AS), mengingat Indonesia telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS.

Namun demikian, perjanjian itu belum berlaku efektif karena masih memerlukan proses ratifikasi di kedua negara.

Selama Undang-Undang (UU) ratifikasi belum disetujui DPR, Indonesia secara hukum belum terikat dengan perjanjian tersebut.

"Perkembangan tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik," ujar Ratna.

Di sisi lain, Ratna menyebut pelaku pasar tetap mencermati implikasi dari kewajiban 267 emiten yang harus menaikkan free floatdari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Dari mancanegara, keputusan Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump disambut positif oleh investor, karena ekspektasi adanya keringanan terhadap perusahaan yang selama ini terbebani biaya tarif, sekaligus meredakan kekhawatiran akan inflasi AS.

Meskipun belum jelas apakah akan ada pengembalian dana atas tarif yang sudah dibayarkan. Trump membalas dengan mengumumkan tarif global baru sebesar 10 persen melalui perintah eksekutif dan kemudian menyatakan akan menaikkan menjadi 15 persen.

Baca juga: IHSG Menguat pada Pembukaan Perdagangan Kamis Pagi

Sementara itu, data PDB AS melambat menjadi 1,4 persen di kuartal IV-2025 dari sebelumnya 4,4 persen di kuartal III-2025. Sedangkan inflasi PCE AS naik menjadi 2,9 persen (yoy) di Desember 2025 dari 2,8 persen (yoy) di November 2025.

Pada perdagangan Jumat (20/02) pekan kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,18 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,56 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,87 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 1,39 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga kompak menguat pada Jumat (20/02), diantaranya Indeks S&P 500 naik 0,69 persen ke 6.909,51, indeks Nasdaq menguat 0,87 persen ke 25.012,62, dan indeks Dow Jones menguat 0,47 persen ke 49.625,97.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 642,13 poin atau 1,12 persen ke level 56.825,70, indeks Shanghai melemah 51,95 poin atau 1,26 persen ke 4.082,07, dan indeks Hang Seng menguat 699,65 poin atau 2,65 persen ke 27.111,00, dan indeks Straits Times menguat 13,17 poin atau 0,27 persen ke 5.031,49.

Sementara itu. Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.868 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.888 per dolar AS.

x|close