Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 10 Februari 2026 diperkirakan bergerak mendatar di tengah pelaku pasar mencermati langkah-langkah reformasi pasar modal Indonesia.
Dikutip dari Antara, IHSG yang dipantau dari RTI Business dibuka melemah 0,29 poin atau 0,01 persen ke posisi 8.031,58.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,15 poin atau 0,01 persen ke posisi 820,94.
“Diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi (mendatar) pada kisaran 8.000-8.100,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya.
Baca juga: IHSG Menguat pada Pembukaan Perdagangan Senin Pagi ke Level 7.968
Dari dalam negeri, BEI dijadwalkan akan melakukan pertemuan teknis lanjutan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/2), yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada 2 dan 5 Februari 2026.
BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI, seiring dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan selesai pada April 2026 mendatang.
Di sisi lain, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell mengumumkan untuk melakukan penundaan review terhadap indeks Indonesia periode Maret 2026, yang mana review kuartalan FTSE berikutnya akan dilakukan untuk Juni 2026, yang akan diumumkan pada 22 Mei 2026.
Dari data ekonomi domestik, Indeks keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia meningkat ke level 127,0 pada Januari 2026 dari sebelumnya di level 123,5 pada Desember 2025, atau level tertinggi sejak Januari 2025.
Sementara itu, penjualan sepeda motor tumbuh 3,1 persen year on year (yoy)mencapai 577,763 unit pada Januari 2026, atau level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, setelah adanya penurunan tajam sebesar 14,5 persen pada Desember 2025.
Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati data retail sales bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat ke level 5,5 persen dari sebelumnya 6,3 persen pada November 2025.
Pada perdagangan Senin (9/2) kemarin, bursa AS Wall Street kompak menguat, diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,04 persen ditutup di level 50.135,87, indeks S&P 500 menguat 0,47 persen ke level 6.9964,79, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,77 persen ditutup di 25.268,14.
Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp16.872 per Dolar AS Senin Pagi
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 2,77 persen ke 57.926,10, indeks Shanghai melemah 0,08 persen ke 4.119,79, indeks Hang Seng menguat 0,55 persen ke 27.176,38, dan indeks Strait Times melemah 0,23 persen ke 4.949,62.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026 bergerak menguat 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.799 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.805 per dolar AS.
Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 27 Januari 2026, ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke (Antara)