Junta Myanmar Bongkar Tiga Pabrik Narkoba

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 10:36
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar, Senin (27/3/2023). Arsip foto - Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar, Senin (27/3/2023). (Antara)

Ntvnews.id, Naypyidaw - Pemerintahan militer Myanmar menggerebek tiga laboratorium narkoba berskala besar yang tersembunyi di kawasan hutan. Fasilitas produksi narkotika tersebut disebut bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari total metamfetamin yang disita di Myanmar sepanjang tahun lalu.

Dilansir dari AFP, Kamis, 15 Januari 2026, negara Asia Tenggara ini memang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan narkoba ilegal. Namun para analis menilai konflik bersenjata yang pecah setelah kudeta militer pada 2021 telah semakin mendorong peningkatan produksi dan peredaran narkotika.

Beragam faksi pemberontak menguasai wilayah-wilayah berbeda di Myanmar. Seluruh pihak yang bertikai dituding memanfaatkan hasil penjualan narkoba untuk menopang keuangan perang sekaligus membiayai pemerintahan masing-masing.

Baca Juga: Saudi Tak Izinkan Wilayahnya Dipakai Serang Iran di Tengah Ancaman AS

Dalam sebuah tur pers yang difasilitasi militer, wartawan AFP diajak menyusuri puing-puing dua pabrik narkoba yang masih mengepulkan asap di selatan kota Hsipaw, Negara Bagian Shan, wilayah timur laut Myanmar.

Laboratorium-laboratorium tersebut digambarkan memiliki ukuran setara desa kecil, lengkap dengan jaringan jalan, bangunan tempat tinggal, serta infrastruktur listrik dan air.

Di lokasi, terlihat masker gas dan sarung tangan karet berserakan di lantai. Peralatan produksi pipa masih terdengar beroperasi, sementara tong-tong berisi zat yang menurut kepolisian merupakan metamfetamin kristal ditemukan dalam kondisi siap digiling dan dipadatkan menjadi pil.

"Ini adalah penyitaan dan penghancuran terbesar oleh operasi anti-narkoba dalam sejarah kami," kata juru bicara junta Myanmar, Zaw Min Tun, kepada wartawan di Pyin Oo Lwin.

Bendera Myanmar <b>(Pixabay)</b> Bendera Myanmar (Pixabay)

Pihak kepolisian meyakini ketiga fasilitas yang saling terhubung itu memproduksi lebih dari sepertiga dari total 37 ton metamfetamin yang disita sepanjang 2025. Penilaian tersebut didasarkan pada informasi dari para informan serta perbandingan kemasan teh dan kopi yang biasa digunakan penyelundup untuk menyamarkan narkoba.

Serangan gabungan kelompok oposisi yang dimulai pada akhir 2023 sempat membuat militer kehilangan sebagian besar wilayah Shan ke tangan pemberontak. Namun, gencatan senjata yang dimediasi oleh China berhasil meredam dua kelompok pemberontak terkuat di kawasan tersebut.

Militer Myanmar menyebut penemuan laboratorium metamfetamin ini terjadi saat pasukan mereka kembali menguasai wilayah yang sebelumnya direbut pemberontak, seiring meredanya intensitas pertempuran.

x|close