Ntvnews.id, Moskow - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakan bahwa masyarakat Greenland berpeluang menentukan pilihan untuk bergabung dengan Rusia apabila Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak segera mengambil langkah untuk mengamankan pulau strategis di kawasan Arktik itu.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 14 Januari 2026, pernyataan Medvedev mantan Presiden Rusia sekaligus sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, dinilai sebagai sindiran terhadap ambisi Trump yang ingin menguasai Greenland.
"Trump perlu bergegas. Menurut informasi yang belum diverifikasi, dalam beberapa hari ke depan mungkin akan ada referendum mendadak, di mana seluruh penduduk Greenland, yang berjumlah 55.000 jiwa, dapat memilih untuk bergabung dengan Rusia," kata Medvedev dalam pernyataan yang dilaporkan Interfax.
"Dan begitulah. Tidak ada bintang kecil baru di bendera (AS)," ujar pejabat tinggi Rusia tersebut.
Baca Juga: DK PBB Gelar Sidang Darurat Bahas Ukraina Usai Serangan Besar-besaran Rusia
Trump sebelumnya kembali menggulirkan dorongan agar Amerika Serikat mengambil alih Greenland, wilayah otonomi Denmark yang memiliki pemerintahan sendiri. Ia beralasan langkah itu diperlukan demi kepentingan keamanan nasional AS untuk menghadapi Rusia.
Menurut Trump, kekayaan sumber daya alam serta posisi strategis Greenland di kawasan Arktik menjadikannya sangat penting bagi pertahanan AS, terutama di tengah meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di wilayah tersebut. Namun, rencana itu mendapat penolakan dari pemerintah Greenland dan Denmark.
Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. ANTARA/Anadolu/py (Antara)
Meski Rusia tidak mengklaim Greenland, Moskow telah lama mencermati peran strategis pulau tersebut dalam keamanan Arktik, mengingat letaknya di jalur Atlantik Utara serta keberadaan fasilitas militer dan pengawasan luar angkasa utama AS di sana.
Baca Juga: AS Minta Venezuela Hentikan Kerja Sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba
Hingga kini, Kremlin belum memberikan komentar langsung terkait upaya Trump untuk menguasai Greenland. Namun, Rusia menegaskan bahwa kawasan Arktik merupakan wilayah kepentingan nasional dan strategisnya. Tahun lalu, Moskow juga menyatakan tengah mengamati dengan saksama perdebatan yang dinilai “cukup dramatis” terkait Greenland.
Perang Rusia-Ukraina yang pecah pada 2022 telah merusak berbagai kerja sama di kawasan Arktik. Seiring perubahan iklim yang membuka jalur pelayaran serta peluang sumber daya baru, kawasan tersebut kini menjadi semakin diperebutkan oleh berbagai negara.
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr (Antara)