AS Imbau Warganya Segera Tinggalkan Venezuela Segera!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 04:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Dalam aksi solidaritas tersebu Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Dalam aksi solidaritas tersebu (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan imbauan agar seluruh warga AS yang berada di Venezuela segera meninggalkan negara tersebut. Peringatan ini disampaikan sekitar sepekan setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Situasi keamanan di Venezuela tetap tidak menentu," ujar Departemen Luar Negeri AS dalam peringatan keamanan yang dikutip dari AFP, Senin, 12 Januari 2026.

Imbauan itu menyusul dibukanya kembali penerbangan internasional dari dan ke Venezuela. Pemerintah AS meminta warganya segera pergi karena meningkatnya risiko pemeriksaan dan penggeledahan.

"Karena penerbangan internasional telah dilanjutkan, warga AS di Venezuela harus segera meninggalkan negara itu," demikian pernyataan tersebut, disertai peringatan mengenai aktivitas milisi bersenjata yang dikenal sebagai colectivos, yang dilaporkan kerap menghentikan dan menggeledah kendaraan untuk mencari warga Amerika atau indikasi dukungan terhadap AS.

Baca Juga: Trump Klaim Kuba Tak Akan Bertahan Tanpa Pasokan Minyak Venezuela

Sebagaimana diketahui, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi kilat pasukan Amerika Serikat. Penangkapan itu dilakukan oleh pasukan elite Delta Force yang dikerahkan atas perintah Presiden AS Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 pagi. Setelah ditangkap, Maduro langsung dibawa ke Amerika Serikat dengan pengawalan ketat dari FBI.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin 5 Januari 2026. ???????ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Mu <b>(Antara)</b> Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin 5 Januari 2026. ???????ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Mu (Antara)

AFP melaporkan pada Minggu, 4 Januari 2026, bahwa Maduro dikawal agen FBI saat turun dari pesawat AS di fasilitas Garda Nasional. Pemimpin Venezuela itu disebut akan dibawa ke New York untuk menghadapi proses hukum terkait tuduhan perdagangan narkoba.

Washington menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan karena Maduro, bersama sejumlah tokoh publik Venezuela lainnya, dianggap bertanggung jawab atas terorisme narkoba, perdagangan narkotika, serta berbagai kejahatan lain tuduhan yang selama ini dibantah oleh pemerintah Venezuela.

TERKINI

Israel Siaga Tinggi Antisipasi Potensi Serangan AS ke Iran

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 06:45 WIB

PM Jepang Pertimbangkan Bubarkan DPR dan Pemilu Lebih Cepat

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 06:15 WIB

Terjadi Pembakaran dan Ledakan Belasan SPBU di Thailand Selatan

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 05:45 WIB

Kerusuhan di Iran Tewaskan 109 Aparat Keamanan

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 05:00 WIB

20 Perwira AU Malaysia Diduga Terlibat Skandal Sekte

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 04:45 WIB

AS dan Sekutu Luncurkan Serangan Skala Besar ke ISIS di Suriah

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 04:15 WIB

AS Imbau Warganya Segera Tinggalkan Venezuela Segera!

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 04:10 WIB
Load More
x|close