AS dan Sekutu Luncurkan Serangan Skala Besar ke ISIS di Suriah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 04:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang pria mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan runtuhnya rezim Partai Baath yang bekuasa selama 61 tahun di Perlintasan Perbatasan Masnaa, Lebanon, Minggu, 8 Desember 2024. Pemberontak Suriah mengumumkan mereka berhasil menggulingkan Seorang pria mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan runtuhnya rezim Partai Baath yang bekuasa selama 61 tahun di Perlintasan Perbatasan Masnaa, Lebanon, Minggu, 8 Desember 2024. Pemberontak Suriah mengumumkan mereka berhasil menggulingkan (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Pasukan Amerika Serikat (AS) bersama negara-negara sekutunya mengumumkan pelaksanaan serangan “skala besar” terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah Suriah. Langkah ini diambil sebagai respons atas tewasnya tiga warga negara AS pada Desember 2025.

Dilansir dari AFP, Senin, 12 Januari 2026, komando Pusat AS (CENTCOM), yang membawahi operasi militer AS di Suriah, menyampaikan  bahwa sejumlah serangan telah dilancarkan dengan sasaran “menargetkan ISIS di seluruh Suriah”.

Namun demikian, CENTCOM tidak merinci lokasi spesifik dari serangan-serangan tersebut dalam unggahan mereka di media sosial.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa rekaman udara yang menyertai pernyataan tersebut memperlihatkan gambar buram sejumlah ledakan terpisah yang diduga terjadi di wilayah pedesaan.

Baca Juga: Suriah Hapus 2 Angka Nol dari Uang, 100 Pound Jadi 1 Pound

CENTCOM menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari Operasi Hawkeye Strike yang diluncurkan “sebagai respons langsung terhadap serangan ISIS yang mematikan terhadap pasukan AS dan Suriah di Palmyra”.

Pada 13 Desember lalu, dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil AS tewas setelah diserang oleh seorang penembak tunggal di Palmyra. Washington mengklaim pelaku merupakan militan ISIS yang beroperasi di wilayah yang saat itu dikuasai kelompok tersebut.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan penembak tersebut adalah anggota pasukan keamanan yang akan diberhentikan karena terlibat ekstremisme.

Bentrokan di Suriah <b>(Antara)</b> Bentrokan di Suriah (Antara)

“Kami tidak akan pernah lupa, dan tidak akan pernah menyerah,” kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam unggahan di media sosial sebagai tanggapan atas pernyataan CENTCOM.

Sebelumnya, AS bersama Yordania juga telah melancarkan serangkaian serangan pada bulan lalu sebagai tindak lanjut dari insiden di Palmyra. CENTCOM mengungkapkan bahwa saat itu terdapat “lebih dari 70 target” yang menjadi sasaran serangan.

Personel AS yang diserang di Palmyra diketahui terlibat dalam Operasi Inherent Resolve, sebuah misi internasional yang bertujuan memerangi ISIS.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kemarahannya atas tewasnya dua tentara dan satu warga sipil AS akibat serangan di Suriah tersebut. Ia menegaskan bahwa ketiganya menjadi korban serangan yang dilakukan ISIS.

Baca Juga: Suriah Bakal Normalisasi Hubungan dengan Israel, Jika...

“Kami berduka karena kehilangan tiga patriot Amerika yang hebat di Suriah, dua tentara dan satu penerjemah sipil. Demikian pula, kami berdoa untuk tiga tentara yang terluka yang baru saja dikonfirmasi sudah dalam keadaan baik,” tulis Trump di Truth Social sesaat setelah serangan terjadi.

“Ini adalah serangan ISIS terhadap AS dan Suriah, di wilayah Suriah yang sangat berbahaya, yang tidak sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa sangat marah dan terganggu oleh serangan ini. Akan ada pembalasan yang sangat serius!” tegasnya.

ISIS sendiri sempat menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada 2014 di tengah perang saudara, sebelum akhirnya kehilangan kendali teritorial lima tahun kemudian. Meski demikian, sisa-sisa kelompok tersebut dilaporkan masih bertahan, terutama di kawasan gurun.

TERKINI

Israel Siaga Tinggi Antisipasi Potensi Serangan AS ke Iran

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 06:45 WIB

PM Jepang Pertimbangkan Bubarkan DPR dan Pemilu Lebih Cepat

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 06:15 WIB

Terjadi Pembakaran dan Ledakan Belasan SPBU di Thailand Selatan

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 05:45 WIB

Kerusuhan di Iran Tewaskan 109 Aparat Keamanan

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 05:00 WIB

20 Perwira AU Malaysia Diduga Terlibat Skandal Sekte

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 04:45 WIB

AS dan Sekutu Luncurkan Serangan Skala Besar ke ISIS di Suriah

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 04:15 WIB

AS Imbau Warganya Segera Tinggalkan Venezuela Segera!

Luar Negeri Senin, 12 Jan 2026 | 04:10 WIB
Load More
x|close