Banjir Penuh Kayu di Sumatera, Anggota DPR: Harus Ada Investigasi, Jangan Sampai Terulang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Nov 2025, 16:36
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Daniel Johan Anggota DPR Daniel Johan Anggota DPR (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan, menanggapi perihal banjir bandang yang tak hanya membawa air, tetapi juga dipenuhi tumpukan kayu dalam jumlah besar di Sumatera. Daniel mengatakan peristiwa banjir itu menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat karena jumlah kayu yang hanyut dinilai tidak wajar.

"Jadi tu sudah sangat viral ya, seluruh warga melihat dan terheran-heran bagaimana bencana banjir bukan hanya air, tetapi bahkan dipenuhi oleh begitu banyak kayu, ya." ujarnya seusai menghadiri Pembukaan Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Persaudaraan Antar-iman (BERANI) di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Sabtu, 29 November 2025.

Menurutnya, keadaan tersebut menjadi tanda bahwa harus ada penyelidikan serius mengenai sumber kayu bermasalah tersebut. Ia menegaskan bahwa DPR mendorong pemerintah segera membentuk tim investigasi.

Baca Juga: Kemenhut Tegaskan Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumut Bukan Pembalakan Liar

"Nah, untuk menjawab keheranan tersebut dan sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah, kita mendorong segera pemerintah membentuk tim investigasi, ya. Untuk menelusuri dari mana kayu-kayu itu sampai bisa hanyut segitu banyaknya," jelasnya.

Daniel menilai penting untuk menelusuri dugaan kuat adanya aktivitas ilegal dalam kasus tersebut.

"Apakah ada penebangan illegal logging? Siapa yang pelakunya? Seberapa besar hutan alam yang dirusak? Dan segera lakukan tindakan tegas terhadap pelanggar yang ada," jelasnya.

Banjir Kayu Gelondongan di Tapanuli <b>(Instagram)</b> Banjir Kayu Gelondongan di Tapanuli (Instagram)

Ketika ditanya mengenai langkah konkret yang akan dilakukan Komisi IV DPR RI, Daniel menegaskan bahwa agenda pembahasan akan dibawa ke rapat kerja bersama kementerian.

"Ya tentu kita bertanya, dan kita akan mendorong nanti raker (rapat kerja) berikut secepatnya kita akan pertanyakan itu ya kepada Kementerian Kehutanan, kementerian terkait.” tambahnya.

Meski begitu, ia kembali menekankan urgensi pembentukan tim investigasi oleh pemerintah agar ada kejelasan dan pencegahan terhadap bencana serupa di masa depan.

"Tetapi secara umum, pemerintah harus merespons cepat segera bentuk tim investigasi ya. Sehingga masyarakat merasa tenang, masyarakat merasa percaya, trust, terhadap pemerintah.”jelasnya.

Baca Juga: Banjir di Tapanuli Tengah yang Hanyut Malah Kayu Gelondongan

Ia memperingatkan bahwa bencana serupa dapat terjadi lebih luas apabila tidak ditangani dengan cepat dan sistematis.

"Dan yang paling penting tim investigasi ini adalah untuk mencegah tidak terulangnya. Karena kalau terulang, anomali cuaca akan semakin kuat, akan semakin cepat. Enggak hanya di Sumatera, nanti seluruh pulau akan terlanda bencana," tuturnya.

Saat ditanya mengenai siapa pihak utama yang perlu memimpin investigasi tersebut, Daniel menegaskan bahwa kementerian teknis dan penegak hukum harus bergerak bersama.

"Ya tentu Kementerian Kehutanan beserta seluruh penegak hukum. Ya. Saling tim koordinasi.” pungkasnya.

Diketahui, rekaman video memperlihatkan kayu-kayu gelondongan terbawa arus banjir. Video itu diduga berasal di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Sejumlah warganet mengaitkan kayu-kayu tersebut dengan fenomena deforestasi di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

x|close