Kemenhut Tegaskan Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumut Bukan Pembalakan Liar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Nov 2025, 14:03
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Banjir Kayu Gelondongan di Tapanuli Banjir Kayu Gelondongan di Tapanuli (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah rekaman amatir yang menampilkan derasnya banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kembali ramai diperbincangkan di media sosial. 

Dalam video tersebut, sejumlah kayu gelondongan tampak hanyut bersama arus sungai yang meluap, sehingga memunculkan dugaan publik bahwa bencana itu diperparah oleh praktik pembalakan liar di kawasan hutan.

Spekulasi warganet pun berkembang. Banyak pengguna media sosial mengaitkan kemunculan kayu-kayu tersebut dengan aktivitas penebangan ilegal yang kerap disorot di wilayah Sumatera. Mereka menduga bahwa operasi tanpa izin itulah yang menyebabkan struktur tanah melemah hingga memicu banjir dan longsor.

Baca Juga: Gajah Sumatera Ditemukan Mati Setelah Terseret Banjir Bandang di Aceh

Namun, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak tepat. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, memastikan bahwa material kayu yang terseret banjir bukan berasal dari praktik pembalak liar. Menurutnya, tren aktivitas ilegal semacam itu saat ini justru lebih sering ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur.

“Kayu yang terbawa banjir sebagian besar merupakan kayu lapuk tua atau tumbang alami. Ini hasil analisis kami dan laporan dari wakil menteri,” ujar Dwi dalam keterangan resminya yang dilansir pada Sabtu, 29 November 2025. 

Ia menambahkan bahwa sebagian kayu lainnya berasal dari lokasi usaha kehutanan yang memiliki izin resmi. Penebangan yang terjadi di area tersebut dilakukan sesuai prosedur dan merupakan bagian dari kegiatan pengusahaan hutan yang legal. 

“Di area penambangan, kayu berasal dari pohon yang tumbuh alami dan penebangan dilakukan sesuai izin,” tambah Dwi.

Baca Juga: Banjir Hantam Sumatra Utara, Dapur BGN Beralih Fungsi Jadi Dapur Umum

Meski demikian, Kemenhut tetap melanjutkan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan asal seluruh kayu gelondongan yang terlihat dalam video viral tersebut. Pemerintah juga sedang menjalankan operasi terpadu guna menindak kemungkinan adanya pencurian kayu, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi praktik ilegal.

Kementerian mengimbau publik untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab banjir dan longsor di Sumatera Utara. Analisis awal menunjukkan bahwa faktor alam, mulai dari intensitas hujan yang ekstrem hingga karakteristik geologi lokasi menjadi pemicu utama luapan sungai dan terbawanya kayu-kayu tumbang tersebut.

Upaya peningkatan pengawasan di lapangan dan penegakan hukum menurut Kemenhut sangat penting agar kerusakan hutan dapat diminimalisasi. Pemerintah berharap langkah ini mampu memastikan bahwa kayu ilegal tidak berperan dalam memperburuk dampak bencana di masa mendatang.

x|close