Gajah Sumatera Ditemukan Mati Setelah Terseret Banjir Bandang di Aceh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Nov 2025, 12:59
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Gajah Sumatera Gajah Sumatera (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dilaporkan mati setelah terseret banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Temuan ini menambah daftar panjang dampak serius bencana alam yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Penemuan bangkai gajah tersebut pertama kali dikonfirmasi bersama warga setempat di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, pada Sabtu. Lokasi itu berada di area yang terisolasi akibat luapan Sungai Meureudu dan tidak dapat dijangkau kendaraan.

Untuk mencapai titik penemuan, tim harus berjalan kaki hampir dua jam menembus kondisi medan yang dipenuhi lumpur dan tumpukan sisa banjir. Di lokasi, tubuh satwa dilindungi itu ditemukan terjebak dalam hamparan kayu-kayu besar dan material hutan yang turut terseret arus.

Baca Juga: Jenazah Gary Iskak Disemayamkan di Gintung Tangerang

Bagian tubuh gajah tampak terkubur separuh, dengan posisi kepala mengarah ke tanah. Warga menyebut kawasan desa mereka selama ini tidak pernah dilintasi gajah liar.

"Di desa ini tidak ada gajah, warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat gajah mati karena banjir," ujar Muhammad Yunus, warga Meunasah Lhok, dilansir Antara

Yunus menuturkan bahwa masyarakat tidak memiliki kemampuan maupun peralatan untuk memindahkan bangkai tersebut mengingat medan yang ekstrem. Ia memperkirakan gajah itu terbawa dari hulu sungai saat banjir bandang tiba-tiba menyeret material dalam jumlah besar.

"Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini,"tambahnya.

Baca Juga: BNPB: Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Bertambah Menjadi 174 Jiwa

Pemerintah daerah turut merespons laporan ini. Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, membenarkan adanya informasi mengenai bangkai gajah yang terperangkap dalam tumpukan kayu hasil terjangan banjir. Ia menyatakan masih belum dapat memastikan apakah bencana ini berkaitan dengan kerusakan hutan di wilayah hulu.

Meski begitu, Hasan Basri mengakui bahwa banyaknya kayu besar yang hanyut telah memperparah kerusakan permukiman warga hingga fasilitas umum di berbagai titik di Pidie Jaya.

"Sampai hari ini saya belum tahu kondisi di gunung bagaimana. Apakah kayu-kayu ini akibat penebangan atau apa, kami belum tahu. Insyaallah setelah ini kita akan cek kondisi hutan," ujarnya.

Hingga Sabtu sore, bangkai gajah tersebut masih berada di lokasi yang sama, terjepit oleh material banjir dan mulai mengeluarkan bau menyengat. Petugas masih memantau situasi sambil menunggu akses menuju kawasan itu kembali aman untuk proses evakuasi lanjutan.

x|close