Ntvnews.id
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan potensi produksi beras tersebut setara penurunan sekitar 0,51 juta ton dibandingkan periode Februari–April 2025.
“Potensi produksi beras di Februari sampai dengan April 2026 diperkirakan sebesar 12,23 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,51 juta ton atau menurun 4,02 persen,” ujar Ateng di Jakarta, Senin 2 MARET 2026.
Ia menjelaskan proyeksi itu sejalan dengan potensi produksi padi yang diperkirakan mencapai 21,24 juta ton gabah kering giling (GKG), turun 4,04 persen secara tahunan.
Penurunan produksi turut dipengaruhi potensi luas panen padi yang diperkirakan mencapai 3,92 juta hektare pada periode tersebut, atau berkurang sekitar 0,16 juta hektare dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: BPS Catat Inflasi Februari 2026 0,68 Persen, Dipicu Mahalnya Daging Ayam hingga Cabai Rawit
Angka ini masih dapat berubah tergantung kondisi lapangan seperti serangan hama, banjir, kekeringan, dan waktu realisasi panen.
Meski demikian, realisasi Januari 2026 justru menunjukkan peningkatan. Luas panen padi pada Januari 2026 mencapai 0,57 juta hektare atau naik 35,72 persen dibandingkan Januari 2025.
Produksi padi pada periode tersebut tercatat 3,04 juta ton GKG, meningkat 38,69 persen secara tahunan.
Selain padi, BPS juga mencatat kenaikan produksi jagung. Realisasi luas panen jagung Januari 2026 mencapai 0,24 juta hektare atau naik 11,17 persen dibandingkan Januari 2025.
Baca Juga: BPS Laporkan Neraca Dagang RI Surplus 69 Bulan Berturut-turut
Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen tercatat 1,38 juta ton, meningkat 11,09 persen secara tahunan.
Di sisi kesejahteraan, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 tercatat sebesar 125,45 atau naik 1,50 persen dibandingkan Januari 2026.
Kenaikan ini didorong oleh indeks harga yang diterima petani (It) yang naik 2,17 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,65 persen.
Sementara itu, rata-rata harga beras di tingkat grosir dan eceran masing-masing naik 0,45 persen dan 0,43 persen. Adapun harga beras di tingkat penggilingan tercatat turun 0,33 persen.
(Sumber: Antara)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers berita resmi statistik di Jakarta, Senin 2 Maret 2026. ANTARA/AMuzdaffar Fauzan (Antara)