Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru terkait banjir dan longsor besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Hingga Sabtu, 29 November 2025, jumlah korban tewas yang berhasil diverifikasi meningkat menjadi 174 orang.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan bahwa angka tersebut merupakan hasil pembaruan dari tim gabungan yang terus bekerja di lapangan.
“Sebanyak 174 jiwa meninggal dunia,” ujarnya.
Provinsi Sumatera Utara tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling serius. BNPB mencatat 116 korban meninggalyang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan korban terbanyak, disusul Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, dan Pakpak Barat.
Menurut Suharyanto, masih ada area yang belum bisa dijangkau oleh tim SAR karena akses tertutup material longsor, sehingga kemungkinan penambahan korban tetap terbuka.
Baca Juga: Pakai Pesawat, Polri Kirim Obat-Tim Medis ke Korban Banjir Sumatra
“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 orang dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus karena masih ada titik-titik yang belum ditembus. Di lokasi longsor itu juga diindikasikan masih ada korban jiwa,” katanya.
Sementara itu, Aceh juga menjadi salah satu provinsi yang mengalami dampak signifikan. BNPB melaporkan sedikitnya 35 orang meninggal, sementara 25 lainnya dinyatakan hilang, dan delapan warga mengalami luka-luka.
Mayoritas korban berasal dari kawasan Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah, sedangkan proses pendataan masih berlangsung di Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara. Suharyanto menegaskan bahwa jumlah korban kemungkinan bertambah karena beberapa lokasi masih sulit dijangkau petugas.
“Data ini akan terus berkembang. Sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,” ujarnya.
BNPB juga mencatat lebih dari empat ribu keluarga harus meninggalkan rumah mereka akibat bencana ini.
Baca Juga: Santri yang Hanyut Akibat Banjir Aceh Ditemukan Tak Bernyawa
“Per sore ini yang mengungsi ada 4.846 KK,” tambahnya.
Di Sumatera Barat, catatan BNPB menunjukkan adanya 23 korban jiwa, dengan 12 orang hilang dan empat warga mengalami luka-luka. Korban tersebar di sejumlah wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat.
Selain korban jiwa, ratusan rumah dan fasilitas umum terdampak, membuat ribuan keluarga harus mengungsi ke berbagai lokasi yang telah dibuka pemerintah daerah. Sedikitnya 50 titik pengungsian berdiri di Pesisir Selatan, tiga titik di Kota Padang, serta beberapa lokasi di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar.
Total sementara pengungsi di provinsi ini mencapai 3.900 kepala keluarga.
“Di Sumatera Barat itu 23 meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 luka-luka,” ungkap Suharyanto.
Ia menyebut Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Padang sebagai wilayah yang mengalami kerusakan paling berat.
“Pengungsi terdata ada 3.900 KK. Yang terparah ada di Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Padang,” tutupnya.
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat 28 November sebanyak 32 orang meninggal dunia a (Antara)