Menko PMK: Program Gentengisasi Dongkrak Ekonomi Rakyat dan Buka Lapangan Kerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Nov 2026, 06:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono (Kemenko PMK)

Ntvnews.id, Majalengka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menilai Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat.

Menurut Sugiono, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi genteng. Berbagai sektor pendukung, termasuk jasa transportasi dan tenaga kerja, turut memperoleh dampak positif.

"Saya kira ini sebuah program yang tidak saja memberikan keuntungan bagi pengusaha UMKM genteng, namun lebih dari itu turunannya kita lihat ada pekerjaan-pekerjaan yang ditimbulkan dari program ini. Supir-supir truk bekerja, kenek-kenek bekerja, kemudian ekonomi menggeliat," ujar Sugiono dalam acara peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng produksi Jatiwangi di Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 8 November 2026.

Ia menjelaskan, penggunaan genteng juga berkaitan erat dengan warisan budaya masyarakat Indonesia yang telah berlangsung secara turun-temurun. Menurutnya, tradisi tersebut mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan, keindahan, serta kelestarian alam.

Baca Juga: Sugiono Sebut Dugaan Penyadapan Presiden Sebagai Insubordinasi

Sugiono menyebut Presiden Prabowo menginginkan penggunaan genteng karena material tersebut berasal dari unsur alam yang tersedia di lingkungan sekitar. Di sisi lain, program ini diharapkan dapat menghidupkan kembali industri genteng lokal agar semakin maju dan berkembang.

Dengan meningkatnya aktivitas industri tersebut, peluang kerja baru juga diharapkan terbuka sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM.

"Tentu saja ini semua adalah sesuatu yang tadi disampaikan oleh Pak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman juga, merupakan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden yakni tumbuhnya lapisan pengusaha-pengusaha baru, tumbuhnya kegiatan-kegiatan ekonomi baru, dan tumbuhnya lapangan-lapangan kerja baru dalam rangka mencapai apa yang kita sebut dengan transformasi bangsa," kata Sugiono.

Sugiono menegaskan, pengembangan program tersebut tidak harus terbatas pada penggunaan genteng. Sebab, berbagai daerah di Indonesia memiliki bentuk atap tradisional yang mencerminkan kearifan lokal masing-masing.

Ia juga mendorong keterlibatan lembaga pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi, untuk mengeksplorasi potensi material serta desain atap yang sesuai dengan karakteristik daerah.

"Dan saya kira dalam rangka mengembangkan ini, sekolah-sekolah khususnya SMK, universitas-universitas yang memiliki program-program studi yang ada kaitannya dengan pembangunan, ada kaitannya dengan engineering, juga bisa mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan lain di tempat-tempat tersebut dalam rangka mencapai apa yang kita inginkan, mencapai apa yang bisa membuat Indonesia ini menjadi semakin indah dan asri," ujar Sugiono.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Sugiono secara resmi melepas pengiriman 2,4 juta genteng produksi masyarakat Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu.

Maruarar mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah, memperkuat industri genteng lokal, serta meningkatkan kapasitas UMKM. Program ini sekaligus diarahkan untuk mendukung penyediaan hunian yang layak melalui inisiatif Gentengisasi Presiden Prabowo.

Peluncuran yang berlangsung di Lapangan Pasar Lama Jatiwangi itu menandai dimulainya distribusi jutaan genteng hasil produksi masyarakat Majalengka ke berbagai wilayah di Indonesia.

Selain memenuhi kebutuhan material pembangunan dan meningkatkan kualitas rumah masyarakat, program tersebut diharapkan dapat membangkitkan kembali industri yang bertumpu pada potensi daerah sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

Sebelum acara berlangsung, Maruarar dan Sugiono juga makan siang bersama para pengemudi truk, kernet, pengrajin genteng, masyarakat, serta pelaku UMKM. Kebersamaan itu terlihat dalam tradisi liwetan yang menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa Barat.